ADVERTISEMENT

PPP Tolak Wacana Pembangunan Gedung Baru dan Apartemen DPR

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 13:52 WIB
Foto: Ketum PPP Romahurmuziy. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - PPP menolak tegas usulan pembangunan gedung baru DPR dan apartemen di lahan eks Taman Ria Senayan. Menurutnya, alasan penambahan gedung baru dan apartemen tak masuk akal.

"Jangan terlalu banyak minta fasilitas tapi tak sejalan dengan kinerja. Ini catatan pertama. Kedua, PPP tak setuju usulan gedung dan apartemen itu karena kalau ini digunakan alasannya adanya tambahan anggota DPR, maka sangat kecil hanya 12," ujar Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Romi juga menyebutkan berdasarkan survei Nielsen Global Survey of E-Commerce, pertumbuhan kebutuhan bahan pokok mengalami perlambatan. Oleh sebab itu, ia meminta para anggota dewan lebih berempati ketimbang merengek meminta fasilitas.


"Dengan terhambatnya daya beli, DPR harus berikan empati ketimbang penambahan fasilitas yang tak mendesak. Kemudian, pemerintah melakukan moratorium gedung APBN. Karena itu mestinya DPR sejalan dengan itu," ujar Romi.

Soal apartemen dengan dalih infrastruktur untuk demokrasi dinilai PPP tak masuk akal. Mengapa?

"Terakhir, tentunya DPR tidak dalam posisi menambahi defisit fiskal kita dengan infrastruktur yang tak diperlukan. Kalau alasan untuk infrastruktur demokrasi, maka demokrasi itu berupa soft sistem bukan hard apalagi gedung," cetus Romi.


Soal wacana pembangunan apartemen, PPP menilai untuk saat ini belum diperlukan. Apalagi, kata Romi, DPR baru saja menganggarkan uang untuk renovasi perumahan anggota DPR di Kalibata.

"Soal apartemen, DPR kali ini juga baru selesai menganggarkan renovasi pembangunan rumah di Kalibata yang berjumlah ratusan miliar," ucapnya.

"Adalah tak elok dan tak pantas kalau ditambah apartemen yang sama sekali tak diperlukan mengingat jarak Kalibata atau Kedoya kemari sangat dekat relatif memadai untuk Jakarta," imbuh Romi. (dkp/elz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT