DetikNews
Minggu 13 Agustus 2017, 18:58 WIB

Sebelum Tewas, Saksi Kunci e-KTP Komunikasi dengan LPSK

Dhani Irawan - detikNews
Sebelum Tewas, Saksi Kunci e-KTP Komunikasi dengan LPSK Foto: Infografis oleh Mindro Purnomo/detikcom
Jakarta - Johannes Marliem rupanya sempat menjalin komunikasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sekitar 2 pekan lalu. Namun sayangnya, saksi kunci kasus korupsi e-KTP itu tidak menindaklanjutinya.

"Permintaan belum, jadi memang pada tanggal 26 (Juli) saya buka komunikasi dengan yang bersangkutan, karena dia memang tinggal di Amerika ya, aku hanya WA mengenalkan diri kemudian aku kenalkan kenapa aku membuka komunikasi dengannya. Dia sih responsnya baik tapi ngomongnya irit, misalnya waktu aku jelasin saya Lili dari ini gitu kan, (Johannes menjawab) oke Bu Regar selamat malam, itu artinya dia lebih mengenal aku lebih dulu kan. Karena aku nggak sebut nama panjangku dan dia jawab oke selamat malam Bu Regar, gitu," kata Wakil Ketua LPSK Lili Pintauli Siregar kepada detikcom, Minggu (13/8/2017).


Lili mengaku belum ada pembicaraan yang bersifat substansi dengan Johannes. Lili sempat mengarahkan Johannes untuk berkomunikasi dengan tenaga ahli LPSK untuk memproses permintaan perlindungan dari LPSK.

"Terus aku jelasin, kenapa menghubungi dia, lalu kemudian tidak ada subtansi, (hanya) mengenalkan lembaga, menawarkan bentuk perlindungan tapi kemudian aku bilang kalau emang serius dan lagi mikir coba dibuka websitenya LPSK, di situ ada semuanya dan saya akan arahkan ke tenaga ahli di divisi penerimaan permohonan," ucap Lili.

Setelah itu, Lili mengaku terakhir berkomunikasi dengan Johannes pada 27 Juli lalu. Namun kemudian komunikasi terputus hingga Lili mendapat kabar tewasnya Johannes.


"Itu kemudian 27 Juli aku ingatin, aku bilang, bapak sudahkah tenaga ahli LPSK menghubungi, gitu, setelah itu aku tidak terinfo apapun sampai aku dapat kabar kemarin," ucap Lili.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) telah memastikan kematian Johannes. Namun penyebab dari kematian, Kemenlu masih menunggu informasi dari otoritas AS.

"Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dini hari 10 Agustus 2017 di Los Angeles," ungkap Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/8).
(dhn/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed