Pansus Angket akan Datangi Safe House KPK di Depok Hari Ini

Pansus Angket akan Datangi Safe House KPK di Depok Hari Ini

Niken Purnamasari - detikNews
Jumat, 11 Agu 2017 06:07 WIB
Pansus Angket akan Datangi Safe House KPK di Depok Hari Ini
Foto: Andhika/detikcom
Jakarta - Pansus Hak Angket KPK akan mengunjungi safe house atau rumah aman yang dibuat KPK di Depok, Jawa Barat hari ini. Pansus akan meninjau bagaimana kondisi dan pengelolaan safe house yang pernah disebut Niko Panji Tirtayasa.

"Yang kita tinjau itu apakah benar ada atau tidak keberadaan safe house. Saya pelajari tidak ada safe house di Indonesia," ujar Wakil Ketua Pansus Angket, Teuku Taufiqulhadi kepada detikcom, Kamis (10/8/2017) malam.

Pansus tetap pada pendapatnya sesuai dengan pernyataan Niko Panji Tirtayasa, saksi kasus suap Akil Mochtar. Ia menyebut safe house sebagai rumah sekap saat rapat dengan panitia khusus (pansus) angket KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Jadi kami ingin meninjau rumah penyekapan itu. Tempat disekap orang secara tidak sah. Kami meninjau karena itu adalah tempat ilegal yang dilakukan lembaga resmi," jelasnya.

Terkait lokasi safe house yang akan dikunjungi, Taufiq tidak merincinya lebih lanjut. "Nanti bareng saja dari DPR," sebutnya.




Sebelumnya, KPK telah membantah pernyataan Niko Panji soal safe house yang disebut sebagai rumah penyekapan. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan safe house itu bukanlah tempat untuk menyekap saksi.

"Selama KPK bekerja, tidak banyak yang diberikan rumah aman, hanya sejumlah saksi yang memang menurut analisis saat itu perlu dberikan perlindungan," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/8/2017).
Saksi pun tidak disekap di lokasi itu dan tetap bisa bersosialisasi.


Lokasi safe house pun dirahasiakan tetapi ada pengawalan dari Polri.

"Sebagai sebuah rumah aman, maka lokasinya dirahasiakan dan diberikan pengawalan oleh Polri. Namun di rumah tersebut tentu saksi tetap memiliki kehidupan sosial, bisa berinteraksi dengan tetangga atau orang sekitar. Tentu tetap dengan pengawalan oleh aparat yang ditugaskan di sana," sebut Febri. (nkn/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads