DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 20:15 WIB

Dinas Perumahan DKI: Masalah Acho Tinggal Sertifikat Hak Milik Saja

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Dinas Perumahan DKI: Masalah Acho Tinggal Sertifikat Hak Milik Saja Acho/ Foto: Hanif Hawari
Jakarta - Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) DKI Jakarta Meli Budiastuti angkat bicara terkait polemik komika Muhakdly alias Acho dengan pengelola Apartemen Green Pramuka City.

Hal itu disampaikan Meli di kantor Disperkim DKI Jakarta, Jl Taman Jatibaru, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8/2017), menurut Meli apa yang dikeluhkan oleh Acho sebenarnya sudah terpenuhi oleh developer dengan diterbitkannya sertifikat laik fungsi (SLF).

"Apa yang menjadi keluhan Acho ataupun mungkin masyarakat pemilik lainnya itu sebetulnya sebagian sudah dipenuhi oleh developer. Salah satu contohnya setiap bangunan yang sudah siap huni, itu harusnya sudah diterbitkan SLF," kata Meli kepada wartawan.



Meli mengatakan Disperkim sudah memediasi dan menangani kasus Acho sejak 2015 lalu. Kala itu Disperkim mengadakan rapat dengan dinas terkait untuk membedah keluhan yang dituliskan dalam situs pribadinya Muhadkly.com terkait beberapa tagihan yang diminta kepada pemilik, di mana pengelola boleh meminta tagihan dengan sosialisasi terlebih dahulu dan selama perhimpunan pemilik dan penghuni satuan rumah susun (P3SRS)

"Jadi yang belum tinggal sertifikat hak milik saja," Imbuh Meli.

Meli menjelaskan, sebelum keseluruhan pembangunan di kawasan Apartemen Green Pramuka City selesai dibangun pengembang tidak dapat mengajukan akta pertelaan maupun SLF yang diterbitkan oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI Jakarta.



"BPN bagaimana bisa menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah rusun atas nama pemilik perorangan bila belum ada permohonan dari developer," lanjut Meli.

Menurut Meli, Disperkim dan Dinas Cipta Karya DKI Jakarta sudah pernah menyampaikan persyaratan ini ke pihak apartemen untuk segera dipenuhi. Namun pihaknya masih menunggu hingga semua tower di superblok apartemen Green Pramuka City selesai.

"Kami sudah mencoba, Dinas Cipta Karya sudah menyampaikan bahwa persyaratan itu harus segera dipenuhi dan tadi sudah disampaikan bahwa beberapa tower sudah terbit SLF-nya. Namun, karena ini adalah superblok, 18 tower, belum terbangun semua, sampai saat ini mungkin sekitar 9 tower baru terbangun, proses juga serah terima kepada pemilik," papar Meli.



Sebagaimana diketahui, Acho dilaporkan pihak Apartemen atas dugaan pencemaran nama baik. Pihak Apartemen disebut merugi karena tulisan kritik yang dibuat Acho di halaman blognya.
(adf/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed