Begini Modus Pemalsuan Dokumen Sertifikat Guru

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 09 Agu 2017 16:24 WIB
Polda Jawa Barat melakukan penggerebekan di Tambora Jakarta Barat. Rumah tersebut ditemukan setelah melakukan pengungkapan kasus pemalsuan ijazah di Bandung (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Bandung - Polda Jawa Barat membongkar praktik pemalsuan 345 dokumen sertifikasi milik guru di Jawa Barat yang digunakan untuk peminjaman uang ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jabar. Sebanyak 13 orang terlibat, dalam praktik tersebut. Lalu bagaimana modusnya?

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, praktik ini berawal dari salah seorang pelaku yang menawarkan pemalsuan dokumen pribadi kepada guru.


"Lalu ada beberapa anggota guru yang memang mengumpulkan guru-guru tersebut," kata Yusri di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Rabu (9/8/2017).

Fotokopi dokumen yang dikumpulkan itu lalu dibawa oleh pelaku berinisial YY untuk dipalsukan. Pemalsuan itu dilakukan di tempat percetakan milik M (DPO) di kawasan Tambora, Jakarta Barat.


"Dengan hanya membawa fotokopi, pelaku bisa membuat dokumen hampir sama dengan yang aslinya," tutur Yusri.

Sertifikasi palsu yang sudah berada di tangan guru ini, lalu digadaikan ke Bank Perkreditan Rakyat. Di bank itu juga, terdapat oknum pegawai yang terlibat dalam sindikat yang membuat uang dari bank mudah dicairkan.


"Dokumen itu digadai seharga Rp 80 juta rupiah. Pemilik sertifikat palsu mendapat 20 persen, Rp 12 juta rupiah untuk pembuat sertifikat palsu, dan sisanya dibagi-bagikan," tuturnya.

Sejauh ini sudah ada 13 orang yang diamankan polisi. Mereka disangkakan pasal 372 KUHPidana tentang penggelapan dan penipuan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ern/jbr)