DetikNews
Rabu 09 Agustus 2017, 00:18 WIB

Polisi: Sebelum Ditembak, Suju Sempat Debat dan Usir Kelompok Santoso

Audrey Santoso - detikNews
Polisi: Sebelum Ditembak, Suju Sempat Debat dan Usir Kelompok Santoso Ilustrasi (Basith Subastian/detikcom)
Jakarta - Simson alias Suju tewas ditembak orang tak dikenal di Pegunungan Pora, Sulawesi Tengah. Polisi menyebut, sebelum penembakan itu, Suju diketahui sempat berdebat dan mengusir kelompok Santoso.

"Ini ada sisi heroiknya dari almarhum Suju. Jadi kita ada saksi yang sebut saja inisialnya A, karena kita tidak bisa sebutkan identitasnya. Awalnya kelompok ini ketemu saksi A, itu dia bicara beberapa lama," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto kepada detikcom, Selasa (8/8/2017).

"Lalu menurut Suju mungkin berpikir kok lama percakapannya, datanglah Suju menghampiri mereka," sambung Hari.


Hari tak menceritakan hal apa yang sebenarnya diperdebatkan saksi A dan anggota kelompok Santoso. Namun, sebagai gambaran, Hari menjelaskan biasanya kelompok Santoso akan meminta warga yang melihat kehadiran mereka untuk tutup mulut atau meminta bahan makanan.

"Kita tidak sebutkan apa pembicaraan mereka, ya. Tetapi biasanya kelompok itu menyuruh kepada orang yang melihat mereka untuk diam. Lalu mereka mulai dari mencuri hingga meminta bahan makanan," jelas Hari.

Hari melanjutkan, setelah Suju menghampiri anggota kelompok Santoso yang sedang berbicara dengan saksi A, terjadi perdebatan dan Suju mengusir mereka.

"Dia melawan, dia keras. Dalam perdebatan, berdebat mulut itu dia. Kemudian korban mengusirlah. Kemudian korban mencoba merebut senjata mereka. Tatkala merebut senjata, (Suju) ditembak oleh anggota kelompok yang lain," terang Hari.


Dalam pengakuannya kepada polisi, ujar Hari, saksi A melarikan diri saat Suju dan anggota kelompok Santoso bersilat lidah. "Saat korban berdebat dan mengusir, saksi A melarikan diri. Saat itulah dia mendengar suara tembakan," ucap Hari.

Suju adalah warga Desa Parigimpu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Suju tewas tertembak di bagian dada sebelah kiri pada Kamis (3/8) pagi.


Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan ada dua indikator yang menunjukkan pelaku adalah anggota kelompok Santoso yang masuk dalam DPO Satgas Tinombala.

"Ditunjuklah (oleh saksi) ada dua orang katanya (mirip) dan hampir sama. Lalu diperlihatkanlah senjatanya seperti apa, kemudian sama dengan senjata yang masih dimiliki (para DPO)," kata Martinus di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/8).

"Dengan dua indikator itu, bisa disimpulkan pelakunya adalah DPO," imbuh Martinus.
(aud/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed