DetikNews
2017/08/07 21:26:44 WIB

NasDem Buka Rekaman Lengkap Pidato Viktor Laiskodat

Denita Matondang - detikNews
Halaman 1 dari 3
NasDem Buka Rekaman Lengkap Pidato Viktor Laiskodat Viktor Laiskodat (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pidato Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat menjadi kontroversi karena menyebut Gerindra-PAN-PKS-Demokrat pro-khilafah dan intoleran. NasDem menyebut video yang beredar telah diedit dan dipotong.

Untuk memberi klarifikasi, pada Senin (7/8/2017), NasDem membuka rekaman utuh pidato Viktor yang dilakukan pada suatu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pidato itu berdurasi 21 menit dan 12 detik dan menurut NasDem dilakukan pada 1 Agustus lalu. Sayang rekaman ini hanya berupa audio, dan bukannya bentuk video.

Di awal pidato, Viktor menyapa sejumlah tokoh yang hadir dalam acara. Dia juga bertanya soal kondisi di Kupang saat ini, yang disebutnya sudah lebih baik.

"Apakah di Kabupaten Kupang ini jalannya licin semua pakai aspal semua sampai katong (kita) jalan? Di Amfoang sana jalan lancar semua ko? Pasti lancar. Orang bupatinya dari sana, Amfoang bagian sana. Lancar ko sonde (lancar atau tidak)?" ucap Viktor sambil berinteraksi dengan tamu yang datang.

Viktor menyindir Gerindra-PAN-Demokrat-PKS di tengah pidatonya. Itu dia sampaikan ketika sedang membicarakan Pilgub NTT. Dia mempromosikan Ketua DPW Partai NasDem NTT Jacky Uly, yang rencananya akan maju menjadi cagub.


Entah mengapa, tiba-tiba Viktor membicarakan soal ada niat dari kelompok tertentu yang menginginkan khilafah di Indonesia. Kelompok itu dia sebut didukung oleh empat partai tersebut.

"Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah dan, celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT. Partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga namanya PKS. Partai nomor empat namanya PAN, ha-ha-ha.... Catat baik-baik, dia partai," demikian kutipan pernyataan Viktor.

Pada rekaman itu, Viktor berbicara soal pencegahan pembentukan negara khilafah oleh kelompok ekstremis itu. Dia mengambil contoh massa kasus PKI 1965.

"Saya tidak provokasi tapi orang Timur yang sonde mau itu berarti tunggu nanti negara hilang. Kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh. Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka," tuturnya.

Akibat pidatonya itu, Viktor pun dilaporkan ke polisi oleh Gerindra, PAN, PKS, dan sayap Partai Demokrat. Dia juga dilaporkan terkait pelanggaran etik anggota Dewan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

Berikut pidato lengkap Viktor:

Baik saya tidak berpanjang untuk menyapa, saya akan mempergunakan apa yang dipakai oleh profesor, karena sudah profesor kita ikut saja itu, itu pasti baik. Saya menyapa bapak ibu saudara-saudara sekalian, yang saya hormati dan cintai. Saya tidak mau pidato, saya hanya mau tanya. Pertanyaan saya begini, apakah di Kabupaten Kupang ini semua orang sudah minum air bersih dengan baik? yang betul. Betul ko sonde?

Apakah semua orang di Kabupaten Kupang sudah punya listrik di rumah? Betul? Betul ko sonde? Betul ada listrik semua? Oo, tidak ada listrik Ini omong betul, ini betul orang Rote atau betul orang Timor?

Lanjut pertanyaan ketiga, apakah di Kabupaten Kupang ini ada sekolah yang sangat hebat luar biasa? Belum ada?. Berarti belum merdeka dong? Apakah di Kabupaten Kupang ini jalannya licin semua? Pakai aspal semua sampai katong (kita) jalan (tidak jelas). Apakah di Amarasi sana jalan licin mau mati sampai jalan sapi saja (tidak jelas). Di Amfoang sana jalan lancar semua ko? Pasti lancar. Orang bupatinya dari sana, Amfoang bagian sana. Lancar ko sonde?

Pasti lancar orang bupati dari sana kok. Pasti, bupati dari sana. Kalau yang tidak rata itu bagian dari Kupang Barat, Semau, Amarasi. Tapi kalau yang Amfoang, pasti lancar. Saya pastikan. Pasti kali-kali semua ada jembatan semua. Saya
tidak percaya (kalau tidak), orang bupatinya dari sana. Tidak mungkin. Saya mau tanya dulu, ini Kabupaten Kupang ini, anak-anak dorang (kita/kami) kalau sekolah itu semua bisa bayar semua ko?. Bisa bayar uang sekolah sampai dengan kuliah? Tidak bisa? Tidak bisa? Bisa! Orang bupati kirim uang pulang kok, tidak mungkin (kalau tidak), tidak mungkin. Karena bupati kirim pulang uang ti kambali Jakarta.

Pak Johnny (Anggota DPR dari F-NasDem Johnny G Plate) tadi omong berjuang buat uang, buat saluruh kabupaten antara lain kabupaten Kupang, pak bupati kirim pulang. Jadi berarti semua sejahtera di Kabupaten Kupang. Jangan bohong dong. Batul. Haaa. ini yang mana yang bohong ini? Bupati atau di sini? yang di ten ini yang bohong ini? yang batul yang mana? Pak bupatinya yang tidak jujur atau yang di sini yang tidak jujur?

Saya pun tanya, cuma itu dua itu. Jawab, pak bupati tidak jujur kirim pulang uang atau memang tidak bisa pakai? Apa? tidak bisa pakai? Kasing song beta biar coba pake hahaha. Pertanyaan-pertanyaan tadiitu, itu menjawab semua. Jadi saya tidak boleh pidato lagi, air bersih tidak ada, jalan lumpur masuk, lumpur buka masuk semua.

Jalan tak salah kalau tidur masuk di dalam got mati semua. Kali banyak kalau ujan tidak lewat, tunggu dulu kalinya surut. Yang gini berlaku di daerah lain, tidak ada di kabupaten Kupang bagian Belaugama, Naikliu.

Jadi kita hari ini putus, dukung yang namanya pak Korinus Masneno dengan Pak Jerry Manase, kita dukung tidak main-main. Kita kerja serius betul, tapi kalau mereka berdua bodoh seperti yang kemaren saya ajak kita semua di dalam ini, minimal yang didalam ten ini saja. Siap kita tempeleng? Kita siap.

Nanti kalau beta hajar tempeleng bupati barurusan sama Ivo nanti. Kenapa kita dukung mereka? Supaya pelan-pelan Kabupaten Kupang itu lihat cahaya kehidupan. Saya ini dengan pak Johnny bisa kasih turun uang untuk kabupaten Kupang saja, infrastruktur bisa saja tahun ini kita bisa turunkan Rp 100 miliar. Bisa, tetapi tidak bisa dipakai. Nanti dia pasti kembali. Jadi tunggu koe yang bisa pakai baru kasih turun. Kasih turun uang ini.

Katong bakalahi setengah mati di pusat, lalu datang sonde bisa pakai ko dibawa pulang lai. Heh. Tacekek, karena itu harus kita sudah janji ooo. Pak Masneno dengan Pak Manafe, nanti beta ajak senang ke.

Kalau kerja su betul, beta ini bukan janji omong kosong ooo. Tapi beta bisa bikin baturunan. Kerja baik buat kabupaten Kupang, berikan yang terbaik. Rakyat su capek su muak, main tunggu tunggu tunggu tunggu mati muncul lagi datang dia tunggu tunggu tunggu mati, muncul lagi. Tunggu tunggu tunggu mati, mati teros sonde ada yang muncul.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed