Khofifah Berniat Ikut Pilgub Jatim, dari Mana Tiketnya?

Khofifah Berniat Ikut Pilgub Jatim, dari Mana Tiketnya?

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 02 Agu 2017 10:40 WIB
Khofifah Berniat Ikut Pilgub Jatim, dari Mana Tiketnya?
Khofifah Indar Parawansa (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Khofifah Indar Parawansa tampaknya sudah hampir pasti berlaga di Pilgub Jawa Timur 2018. Namun belum ada partai politik yang menegaskan secara resmi akan mengusung Menteri Sosial itu.

Sosok Khofifah di Jatim sebenarnya identik dengan NU. Namun PKB, yang memiliki basis NU, sudah memutuskan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sehingga tak bisa menjadi kendaraan bagi Khofifah untuk maju di Pilgub Jatim.

Namun sejumlah partai sudah melirik Khofifah meski belum secara resmi menyatakan akan mengusungnya. Khofifah masuk dalam radar PPP, NasDem, dan Gerindra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PPP memang serius menempatkan Khofifah sebagai cagub Jatim untuk Pilkada 2018. Namun saat ini masih ada dua nama di lingkungan struktural PPP, yakni Khofifah dan Gus Ipul," ujar Sekjen PPP Arsul Sani dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (2/8/2017).


Meski begitu, Arsul menyebut pihaknya belum mengambil keputusan final soal siapa yang akan diusung di Pilgub Jatim 2018. PPP masih menunggu kejelasan partai-partai untuk menjalin koalisi, apakah mengusung Khofifah atau Gus Ipul, walau Wagub Jatim itu sudah lebih pasti posisinya karena PKB bisa mengajukan calon sendiri karena kursi di DPRD sudah cukup.

"Selain faktor parpol-parpol pengusung, tentu PPP juga akan memperhatikan siapa cawagub yang bakal mendampinginya. Di luar dua faktor di atas, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana masukan dari para alim ulama NU di Jatim terkait cagub yang diusung di pilgub ini," kata Arsul.

"Meski sejauh ini masukan para kiai NU juga tidak hanya satu nama, melainkan setidaknya dua nama utama, yakni Gus Ipul dan Khofifah," sambung anggota Komisi I DPR itu.

Arsul mengatakan PPP masih membutuhkan waktu sebelum benar-benar memutuskan akan mengusung siapa di Pilgub Jatim. PPP perlu meminta masukan kepada sesepuh.


"Dalam satu bulan ke depan, kami masih akan berkonsultasi dengan para alim ulama NU ini dan tentu juga membangun komunikasi dengan parpol-parpol lain," jelas Arsul.

Sementara itu, Gerindra menyebut pihaknya tak hanya melirik Khofifah di perhelatan Pilgub Jatim. Ada sejumlah nama lainnya yang dipertimbangkan oleh partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

"Gerindra memang ada beberapa alternatif selain Khofifah. DPD Gerindra memberi laporan tentang komunikasi terhadap beberapa calon yang sejak awal digadang-gadang. Apalagi PKB memang sudah jelas bukan Khofifah," terang Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi terpisah, Rabu (2/8).

Salah satu alasan Gerindra ragu mengusung Khofifah adalah adanya beberapa isu. Termasuk soal posisi Khofifah di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.


"Kita dapat info, Presiden nggak izinkan (Khofifah maju di Pilgub Jatim). Akhirnya kita komunikasi dengan calon lain karena infonya begitu. Tapi Khofifah memang masuk radar DPD Gerindra Jatim," ucap Dasco.

Gerindra mulai mempertimbangkan sejumlah nama lain. Dasco menuturkan nama tersebut mulai Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti hingga kader internal, yakni Ketua DPD Gerindra Jatim Supriyatno.

"Kemudian DPP menginstruksikan supaya DPD melakukan komunikasi ke semua calon yang masuk radar. Ada Pak La Nyalla, Supriyatno," tutupnya. (elz/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads