Tokoh nasional yang dinilai bisa menjadi bakal cagub antara lain Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), M Nuh (eks Menteri Pendidikan Nasional), Mahfud MD (eks Ketua Mahkamah Konstitusi), serta La Nyalla M Mattalitti (mantan Ketum PSSI yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur).
"Gerindra, sesuai keinginan masyarakat Jawa Timur, tidak ingin calon tunggal. Sedangkan calon yang sudah declare dan anggap saja punya tiket itu Gus Ipul. Kalau Gerindra dukung Gus Ipul, berarti Gerindra mendukung calon tunggal," kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad kepada detikcom, Selasa (1/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat nominator (bacagub). Ada Mbak Khofifah, ada Pak M Nuh, ada Pak Mahfud. Juga ada Pak Nyalla. Namun yang paling leading Mbak Khofifah dibandingkan dengan calon lain, sebagai figur calon gubernur yang bisa menandingi Gus Ipul," ujarnya.
Dari keempat calon tersebut, Gerindra sudah melakukan komunikasi. "Kami pernah bertemu dan berkomunikasi (dengan keempat calon)," ujarnya.
Khofifah pernah bertemu dengan DPD Gerindra. M Nuh juga demikian. Bahkan munculnya M Nuh segaris dengan usulan kiai NU, seperti KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Termasuk berkomunikasi dengan Mahfud MD.
"Pak Nuh tidak menyiapkan dalam posisi dirinya maju pemilihan gubernur. Tapi merasa, kalau memang ada keinginan dari masyarakat Jawa Timur, itu amanah dan harus siap," ucapnya.
Hasil perbincangan dengan Mahfud MD juga sama dengan M Nuh. "Pak Mahfud juga sama. Tidak ingin maju, tapi jika dibutuhkan oleh rakyat Jawa Timur, siap," tuturnya.
Disinggung mengenai komunikasi dengan La Nyalla, katanya, Gerindra juga sudah berkomunikasi. "Pak Nyalla kan juga dengan DPP," katanya.
Sadad menegaskan semua mekanisme Pilgub Jatim diserahkan kepada DPP. "DPD hanya mengusulkan. Keputusannya ada di Ketua Dewan Pembina (Prabowo)," ujarnya. (roi/dnu)











































