Menerka Manuver Khofifah Jelang Pilgub Jatim 2018

Pilgub Jatim 2018

Menerka Manuver Khofifah Jelang Pilgub Jatim 2018

Budi Hartadi - detikNews
Selasa, 01 Agu 2017 11:53 WIB
Menerka Manuver Khofifah Jelang Pilgub Jatim 2018
Foto: Pool
Surabaya - Khofifah Indar Parawansa siap kembali berlaga di Pilgub Jatim. Menteri Sosial itu dianggap memainkan politik busur panah jelang Pilgub Jatim 2018 ini.

Mochtar W Oetomo, Direktur Surabaya Survey Center (SSC), menyoroti langkah Khofifah tak jadi mendaftar ke Partai Demokrat (PD) untuk Pilgub Jatim. Menurut Mochtar, langkah tak jadi mendaftar itu merupakan kesengajaan.

"Langkah mundur Khofifah dari pendaftaran sesungguhnya adalah tarikan tali busur ke belakang, agar lesatan anak panahnya semakin kencang dan jauh. Khofifah sadar betul bahwa selama ini begitu banyak kalangan dan publik menunggu-nunggu kepastiannya untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jatim. Semakin menunda-nunda kepastian dan deklarasinya, semakin banyak kalangan yang menunggu, publik semakin penasaran," kata Mochtar saat berbincang, Selasa (1/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Lebih lanjut Mochtar mengatakan saat ini Khofifah tertinggal dalam hal elektabilitas dari Gus Ipul dan Tri Rismaharini. Beberapa hasil survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei, kata Mochtar, mengonfirmasi hal ini.

Fakta tersebut, masih kata Mochtar, membuat Khofifah harus menemukan sebuah strategi jitu untuk mengejar elektabilitas kompetitornya. Di saat Gus Ipul sudah mendeklarasikan diri dan secara aktif menjalin komunikasi politik dengan banyak parpol, Khofifah justru mengambil langkah sebaliknya.


Khofifah dinilai sengaja menyimpan banyak informasi, sengaja menunda-nunda deklarasinya, sengaja membatalkan pendaftarannya ke Demokrat untuk membuat publik semakin penasaran dan menunggu-nunggu. Rasa penasaran yang terus tertumpuk ini akan meledak menjadi euforia dukungan pada saat nantinya Khofifah mendeklarasikan dirinya.

"Itu yang diharapkan dari strategi memainkan busur panah ini. Hampir bisa dipastikan sesungguhnya Khofifah sebenarnya sudah mendapatkan jaminan dukungan pasti dari beberapa parpol, utamanya mungkin Gerindra. Jadi isu mau mendaftar ke Demokrat dan membatalkannya di detik terakhir itu adalah bagian dari roller coaster politik untuk mendapatkan perhatian besar dan media, dan publik, dan pada akhirnya akan semakin meningkatkan popularitas, akseptabilitas dan elektabilitasnya," pungkas Mochtar. (bdh/tor)


Berita Terkait