"Parlemen tengah diuji akal sehat dan kewarasannya pasca-penetapan SN sebagai tersangka," kata pria yang akrab disapa BW ini lewat keterangan tertulis, Rabu (19/7/2017).
Baca juga: Mereka yang Minta Novanto Mundur |
Lalu BW melontarkan dua pertanyaan mengenai imbas penetapan Novanto sebagai tersangka. Dua pertanyaan tersebut terkait dengan kepemimpinan DPR atas dua kemungkinan yang dapat terjadi.
"Di dalam sejarah parlemen di Indonesia, baru kali ini terjadi 2 hal sekaligus, sehingga menimbulkan pertanyaan, yaitu apakah parlemen masih tetap merasa terhormat dan dimuliakan kendati dipimpin oleh tersangka? Dan apakah lebih dari 500 anggota parlemen yang terhormat masih tetap ikhlas walau dipimpin oleh salah satu pimpinan yang sudah dipecat partainya dan tidak punya dasar legitimasi untuk jadi pimpinan Dewan?" tuturnya.
Dia melanjutkan, di dalam parlemen, PDIP, yang menjadi partai pemenang di Pemilu 2014, tidak mendapatkan tempat pimpinan DPR.
"Yang juga sangat menyedihkan, partai pemenang Pemilu di parlemen justru tidak menjadi pemimpin Dewan. Tapi dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja," ujarnya.
BW berharap masyarakat dapat memiliki kepercayaan (trust) terhadap DPR. Namun mengembalikan akal sehat dan kewarasan menjadi syarat yang harus dipenuhi sebelumnya.
"Semoga akal sehat dan kewarasan akan segera hadir dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Sehingga parlemen secara perlahan mendapatkan trust dari publik dan konstituennya," tuturnya. (jbr/fjp)











































