"Sudah terpasang 40 titik, sudah. LED, sudah terang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017).
Yuli mengatakan jumlah lampu ini bersifat sementara. Pemprov DKI masih akan menambah ratusan lampu di sepanjang rute tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala pemasangan, diakui Yuli, berkaitan dengan tiang pemasangan lampu. Dengan tinggi jalur layang hingga 35 meter, dibutuhkan tiang (crane) yang kuat. Yuli menargetkan pemasangan seluruh lampu rampung pada Desember mendatang.
"Targetnya, Desember selesai. Susah itu masangnya, 35 meter ke atas, perlu crane yang tinggi, keahlian ya," ujarnya.
Meski baru 40 lampu yang terpasang, Yuli mengatakan, bus TransJakarta rute Ciledug-Tendean sudah bisa dioperasikan. Namun soal izin operasi dan kebutuhan lain tetap ia serahkan kepada standar pihak TransJakarta.
"Sudah bisa (operasi). Bagi kita, Dinas Perindustrian bisa, tapi belum kan dari pihak TransJakarta. Mungkin masih ada kekurangan 10-15 (titik), nanti kita tambah," tuturnya.
Untuk mengatasi kebutuhan akan lampu ini, Pemprov DKI masih berkoordinasi dengan pihak TransJakarta. Biaya yang dibutuhkan untuk lampu di 300 titik ini mencapai Rp 14 miliar.
"Untuk kemarin, kita teken perjanjian kontrak Rp 14 miliar sekian, iya untuk semua (titik)," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menunda peresmian Koridor 13 TransJakarta rute Ciledug-Tendean. Alasannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hingga kini belum mengeluarkan surat laik fungsi (SLF) bagi proyek Koridor 13.
"Kata dia (pihak TransJakarta) masih bisa dilakukan (dioperasikan), saya bilang nggak. Jangan dulu, tunda dulu karena SLF dari PUPR belum turun sehingga tanggal 22 Juni belum bisa diresmikan," kata Djarot, Senin (19/6). (nth/ams)











































