DetikNews
Jumat 09 Juni 2017, 20:40 WIB

Mereka yang Dibela Alumni 212 di Aksi Bela Ulama

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Mereka yang Dibela Alumni 212 di Aksi Bela Ulama Aksi Bela Ulama 96 di halaman Masjid Istiqlal (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Presidium Alumni 212 menggelar Aksi Bela Ulama 96 sebagai bentuk penolakan kriminalisasi ulama. Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo mengungkap nama-nama orang yang mereka bela dalam aksi ini.

"Dari empat pernyataan sikap itu, tetap kita menekankan bahwa umat ini sangat menolak kriminalisasi ulama yang kita sinyalir ini untuk membalas dendam atas kekalahan Ahok. Toh, Ahok juga sudah menerima dan sudah mencabut memori bandingnya dan sudah menerima salah. Begitu juga jaksa. Ya, sudahlah kita selesaikan, karena ini sudah begitu lama kita demo-demo dan sudah seperti ini sudah selesailah seharusnya," kata Ansufri.
Massa berkumpul di Halaman Masjid Istiqlal dalam Aksi Bela Ulama 96Massa berkumpul di halaman Masjid Istiqlal dalam Aksi Bela Ulama 96 (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)

Hal ini dikatakannya di Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017) seusai Aksi Bela Ulama 96 itu. Ansufri mengatakan demo-demo yang dilakukan merupakan bentuk perlawanan kepada Jokowi.

Menurutnya, setelah Ahok kalah, aktivis dan ulama yang kerap ikut dalam demo terhadap Ahok dikriminalisasi. Dia mengatakan aksi-aksi yang dilakukan sekarang ditujukan untuk menyelamatkan ulama dari kriminalisasi tersebut.

Baca Juga: Aduan Kriminalisasi, Komnas HAM Minta Keterangan Ma'ruf Amin-Rizieq

"Karena kebetulan yang mengkriminalisasi ulama dari rezim Pak Jokowi, berarti kita anggap ini politik balas dendam. Nah, makanya ini perlawanannya kepada Jokowi," kata Ansufri.

Ia menyebutkan beberapa nama ulama dan aktivis yang dibela dalam aksi ini. Dia menyebut ada 20 ulama yang dibela, tapi tak disebutkan semuanya.
Penampakan Aksi Bela Ulama di Luar Masjid IstiqlalAksi Bela Ulama di luar Masjid Istiqlal (Grandyos Zafna/detikcom)

"Yang ada 20 itulah. Termasuk aktivis, seperti contohnya Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, walaupun sudah tersangka tapi belum ditahan. Ustaz Khaththath sudah ditangkap dengan tuduhan makar, sekarang Ustaz Alfian Tanjung, terus Ustaz Munarman," ujarnya.

"Terus lima aktivis yang sekarang masih di penjara bersama Ustaz Khaththath. Terus aktivis seperti Kivlan Zen, Rachmawati, yang sudah tersangka tapi belum ditangkap karena penangguhan saja sifatnya. Lalu Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas. Banyak yang sudah kita adukan, ditambah lagi kawan yang Cyber Muslim yang tuduhannya IT. Ada juga yang di Pulau Seribu. Itu semua kita bela," sambung Ansufri.

Baca Juga: Seskab: Jangan Terjebak Ekses Pilgub DKI, Waktunya Kerja

Dia mengaku sudah lelah menggelar aksi seperti ini. Menurutnya, ada jalan rekonsiliasi untuk tidak lagi menggelar aksi serupa, yaitu dengan melakukan pemutihan nama kepada ulama dan aktivis tersebut.
Massa Aksi Bela Ulama 96 bertambah jumlahnyaMassa Aksi Bela Ulama 96 bertambah jumlahnya (Fitang Budhi Adhitia/detikcom)

Menurut Ansufri, Jokowi bisa meminta kepolisian mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP-3) atas kasus yang dialami oleh para ulama dan aktivis tersebut. Setelah itu, dia mengatakan tidak tertutup kemungkinan untuk mendukung Jokowi.

Baca Juga: Polisi Berharap Tak Ada Ceramah Provokatif di Aksi Bela Ulama 96

"Rekonsiliasi dalam bentuk menghapuskan semua, memutihkan semuanya. Kita tahulah ini kasus yang sebenarnya bisa diselesaikan, tinggal keluarkan SP-3 selesai, kok. Jadi, kalau ini semua dinolkan, gampang kok Presiden. Ini bukan intervensi Presiden. Presiden punya itu, tinggal memerintahkan ke Jaksa Agung atau Kapolri (untuk keluarkan) SP-3, semuanya, selesai. Kita damai, kita bertemu, kita berpelukan. Justru kita akan dukung Pak Jokowi. Kalau memang benar, kita dukung, kenapa nggak. Kita nggak mau bertarung, bertempur kayak begini, capek juga sebenarnya," paparnya.
(jbr/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed