TNI AU: Pomau Masih Selidiki 3 Perwira yang 'Bina' Praka Yudha

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 16 Mei 2017 18:24 WIB
Foto Praka Yudha (Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta - Tiga perwira Paskhas yang membina Praka Yudha Prihartanto masih diperiksa oleh POM TNI AU. Praka Yudha, yang merupakan anggota Batalion Komando Paskhas 464/Malang, diketahui kemudian tewas bunuh diri.

"Penyelidikan dari POMAU masih dilaksanakan," kata Kadispen TNI AU Marsma Jemi Trisonjaya dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (16/5/2017).

Jemi pun membantah informasi yang beredar di media sosial. Sebuah akun Instagram mem-posting foto anggota POM TNI tengah menginterogasi tiga orang yang memakai seragam tahanan. Namun anggota POM itu menggunakan seragam POM TNI AL, bukan POM TNI AU.

Akun Instagram itu menulis caption 'Praka Yudha tidak bunuh diri! Tetapi mati karena disiksa dan ditusuk sangkur dibagian leher'. Jemi menegaskan kabar tersebut tidak benar.


"Ini ada oknum yang sengaja ingin memojokkan dan mengintervensi hasil penyelidikan dari POM TNI AU yang masih berlangsung, yang melaksanakan penyelidikan POMAU, bukan POMAL, seperti yang di Instagram itu," tuturnya.

Jemi memastikan TNI AU tidak akan menutupi penyelidikan kasus itu, seperti perintah KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto. Tiga perwira yang membina Praka Yudha sebelum akhirnya bunuh diri adalah Lettu MP, Letda AJ, dan Letda IH.

"KSAU sudah menyampaikan akan transparan dan tidak akan ditutup-tutupi penyebab kematian Praka Yudha, menunggu hasil penyelidikan dari POMAU yang masih dilaksanakan," ujar Jemi.


Seperti diketahui, kasus ini bermula saat tiga perwira itu mendapat perintah membina Praka Yudha, yang terlilit masalah utang-piutang, Kamis (11/5). Foto sebelum Praka Yudha tewas beredar. Dalam foto itu, Praka Yudha masih hidup namun terlihat banyak luka di sekujur tubuhnya. Pada foto tersebut juga terlihat Praka Yudha diikat dengan tambang dan dikaitkan ke tiang, lehernya pun diikat tali tambang.

"Kalau foto itu benar. Itu yang saat ini sedang diselidiki oleh POMAU," kata Jemi.

Praka Yudha sempat dikurung di barak, hingga akhirnya dia meminta izin ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi itu, Praka Yudha lalu berlari dan mengambil pisau komando. Dia lalu menusukkan pisau itu ke lehernya. Saat dibawa ke RSAU Lanud Abdulrachman Saleh, Praka Yudha dinyatakan sudah tewas. (elz/try)