DetikNews
Selasa 10 Jan 2017, 22:25 WIB

Sidang Ahok

Pengacara Burhanuddin: Saya Laporkan Ahok Atas Dorongan Hati

Haris Fadhil - detikNews
Pengacara Burhanuddin: Saya Laporkan Ahok Atas Dorongan Hati Sidang lanjutan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (10/1/2017). Foto: Haris Fadhil-detikcom
FOKUS BERITA: Sidang Ke-11 Ahok
Jakarta - Muhammad Burhanuddin mengaku melaporkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kehendak pribadi. Burhanuddin yang bekerja sebagai pengacara ini menyebut Ahok diduga telah menistakan agama atas pernyataannya di Kepulauan Seribu.

"(Pelaporan) atas kehendak sendiri karena saya sebagai muslim dan dengan dorongan hati saya," kata Burhanuddin dalam sidang lanjutan Ahok di Auditorium gedung Kementerian Pertanian, Jl. RM Harsono, Ragunan, Jaksel, Selasa (10/1/2017).

Penistaan agama diduga dilakukan Ahok karena penyebutan surat Al Maidah 51 saat Ahok berbicara soal pilihan pemimpin daerah.

"Frasa dibohongi pakai Al Maidah 51. Itu intinya menyinggung umat Islam," sambung Burhanuddin.

Pengacara Ahok mempertanyakan tafsiran Burhanuddin sehingga menduga adanya penistaan agama karena kalimat Ahok saat bertemu warga dalam kunjungan kerja dalam rangka panen ikan kerapu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

"Saudara yakin dari mana terdakwa menista agama?" tanya pengacara Ahok.

"Dari kalimat dibohongi pakai Al Maidah 51. Itu perspektif saya," jawab Burhanuddin.

Dalam persidangan, Burhanuddin juga ditanya mengenai adanya jawaban yang sama dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) antara dirinya dengan saksi persidangan sebelumnya, Gus Joy. Namun, ia menjelaskan dirinya tidak mengenal Gus Joy dan saat di BAP penyidik, Burhanuddin menjawab seluruh pertanyaan secara langsung.

"Hanya tahu Gus Joy. Tidak kenal secara pribadi," ungkapnya.

Burhanuddin lantas menegaskan, pembuktian tindak pidana penodaan agama merupakan proses hukum. Dirinya mengaku hanya melaporkan Ahok atas sangkaan penistaan agama yang juga diyakini Burhanuddin dilakukan Ahok.

"Saya lapor saja karena sudah dugaan tindak pidana. Pembuktian nanti ya tugas aparat," tegas Burhanuddin.

Selain Burhanuddin, dalam sidang kelima Ahok, saksi yang sudah memberikan keterangan adalah Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman dan Irena Handono. Keduanya juga saksi pelapor atas kasus Ahok.

(Baca juga: Saksi Sidang Ahok: Saya Lihat Video Penuhnya, Saya Tersinggung)

Pedri Kasman, mengatakan pelaporan Ahok ke polisi didasari video yang disebarkan di grup WhatsApp. Pedri mengak tersinggung oleh pernyataan Ahok, yang menyebut Surat Al-Maidah ayat 51.

"Saya tidak tahu maksud yang bersangkutan, sebagai umat Islam, saya merasa tersinggung, Al-Maidah bagian dari ayat suci Alquran kami, ini termasuk penghinaan karena Alquran diturunkan oleh Tuhan. Saya kira, (karena) terdakwa tidak beragama Islam, tidak boleh membahas itu," ujar Pedri.

Sedangkan Irena Handono membeberkan latar belakangnya melaporkan Ahok ke polisi. Pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang jadi pemicu hingga akhirnya banyak yang mendukung dirinya melaporkan Ahok.

"Saya melapor sebagai bagian umat Islam. Dengan membawa ribuan KTP sebagai bukti mengaku mewakili umat Islam Indonesia," ujar Irena.

(Baca juga: Irena Handono Bawa Ribuan KTP Saat Polisikan Ahok)

Ahok dalam sesi tanggapan menyanggah sejumlah keterangan dari saksi Irena Handono. Ahok menegaskan tidak pernah melakukan penistaan agama sebagaimana dugaan saksi.

"(Penyebutan) cerminan kebencian Islam itu fitnah, saya punya keluarga angkat muslim taat, saya sampaikan di eksepsi. Di rumah saya ada kotak sumbangan bangun masjid saya dipercaya bangun masjid," kata Ahok memberikan tanggapan dalam persidangan.

(Baca juga: Tanggapan Ahok Soal Kesaksian Irena Handono)
(fdn/van)
FOKUS BERITA: Sidang Ke-11 Ahok
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed