Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Jessica Wongso Diperiksa Sebagai Terdakwa

Rina Atriana - detikNews
Rabu, 28 Sep 2016 16:31 WIB
20:18

Jessica Bawa Surat Keterangan Bebas Pidana dari Australia

Jessica Kumala Wongso mengklarifikasi tuduhan dirinya pernah dihukum karena melakukan tindak pidana di Australia. Jessica membawa surat keterangan yang menyatakan dirinya tidak pernah terjerat tindak pidana di Australia.

"Saya membawa surat dari pengacara saya di Australia yang sudah ditandatangani oleh kejaksaan dan pengadilan Australia," kata Jessica di sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di PN Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (28/9/2016).

"Itu surat dari Australia ya? Tolong jelaskan isinya," tutur pengacara Jessica, Otto Hasibuan.

Jessica kemudian menjelaskan isi surat itu. Surat berisi pernyataan bahwa Jessica dinyatakan bersih dari tindak pidana di Australia.

"Saya dinyatakan tidak pernah terlibat tindak pidana dan tidak pernah dihukum atas tuduhan pidana. Surat ini sudah dilegalisir oleh pengadilan dan KJRI," jelas Jessica.

Jessica kemudian menyerahkan surat itu ke majelis hakim. Namun, tim jaksa penuntut umum sempat mempermasalahkan keaslian surat.

"Ini mana surat kuasanya? Ini juga ada catatan KJRI tidak bertanggung jawab atas isi dokumen," tutur salah seorang anggota tim jaksa.

"Ya kalau sudah diakui oleh kliennya tidak perlu ada surat kuasa, ini kan dia kliennya," jawab Otto yang kemudian tidak bisa dijawab lagi oleh jaksa.

16:31

Jessica Wongso Mengaku Tertekan Saat Diambil BAP

Jaksa Shandy Handika mencecar Jessica Wongso terkait letak gelas es kopi vietnam di meja 54 Cafe Olivier. Jessica memberikan keterangan yang berbeda dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan rekonstruksi.

Baca: Saat Jessica Debat dengan Jaksa Soal Letak Gelas Kopi Vietnam

"Pada saat itu saya tertekan kondisinya berbeda kalau saya ditanya apakah saya benar-benar ingat gelas itu di mana saya tidak bisa begitu ingat," ujar Jessica.

"Kalau Anda tertekan kenapa ada 2 versi, Anda kan bisa ikut versi penyidik, tidak usah versi Anda? Kalau tertekan kenapa tidak ikut jaksa saja?" tutur jaksa Shandy.

"Oh kalau saya bukan begitu. Kalau saya ditekan untuk mengakui kalau kamu berbuat sesuatu yang salah tapi saya tidak berbuat hal itu bagaimana mungkin saya mengikuti dia," jelas Jessica.

Baca: Saat Sidang Jessica Wongso 'Terganggu' Air AC yang Bocor

15:18

Jaksa Tunjukkan Paper Bag dan Sabun, Jessica Wongso: Sepertinya Iya Ini

Jaksa Shandy menunjukan paper bag dan sabun yang dibeli Jessica Wongso untuk teman-temannya. Jessica Wongso membenarkan barang-barang itu yang dibelinya.

"Sepertinya Iya ini. Soalnya saya lupa persisnya," ujar Jessica Wongso.

Baca: Blak-blakan Jessica Wongso dari Kopi Awful hingga Celana Sobek

Sebelumnya Jaksa Shandy bertanya kronologi ketika Jessica keluar dari Cafe Olivier. Jessica menjelaskan kronologi sejak keluar dari Olivier, ke toko sabun, hingga kembali lagi ke Olivier.

"Beberapa menit, lama pilih sabun di Bath & Body Works. Saya muter-muter di mal, tidak ingat lantai berapa tapi naik esklator," jelas Jessica.

Jaksa Shandy kemudian bertanya soal apakah Jessica pernah sebelumnya ke toko tersebut. Lalu mengapa Jessica memilih toko tersebut.

"Tertarik, banyak jual sabun, semprot-semprotan, beli sesuatu untuk teman yang cewek semua," ungkapnya.

Dalam rangka apa, Jessica membeli itu?

"Satu, iseng. Kedua saya ngga bawa oleh-oleh apa-apa dari Australia, jadi kaya souvenir,"jawab Jessica.

Baca:Jessica Wongso: Mirna Tak Pernah Nasihati Saya Soal Mantan Pacar


Jessica ditanya soal apakah barang belanjanya sempat ditaruh dalam satu papper bag. Jessica mengaku tidak ingat.

"Tepatnya saya kurang ingat, saya menggesture ini untuk 3 orang yang terpisah," katanya.

Baca: Ruang Sidang Riuh Saat Jaksa Shandy Korek Masa Lalu Percintaan Jessica

13:06

Jaksa Cecar Jessica: Untuk Apa Tanya di GI Ada Dokter?

JPU Shandy Handika mencecar Jessica Wongso soal percakapan di group whatsapp Billy Blue College. Salah satunya soal mengapa Jessica bertanya tentang klinik di Grand Indonesia.

"Saudara sempat bertanya di grup, apa ada dokter di GI? untuk apa? kata Jaksa Shandy.

"Saya tanya ada dokter umum di GI? Tujuannya saya minta vitamin D, karena saya maag nya kurang bagus..," jelas Jessica.

Baca: Ruang Sidang Riuh Saat Jaksa Shandy Korek Masa Lalu Percintaan Jessica


"Sudah berapa lama kehabisan Vitamin D?" tanya jaksa Shandy.

"Saya tidak bawa vitamin D saya ke Indonesia," jawab Jessica.

"Gejala, akibatnya apa?" cecar jaksa lagi

"Tidak ada, supaya sehat saja," kata Jessica.

"Selama datang ke Indonesia ada keluhanan?" jaksa kembali bertanya.

"Tidak ada, keluhan saya di leher," jawab Jessica.

"Hubungannya ada (sakit leher dengan vitamin D?" tanya jaksa.

"Saya cuma mau minum vitamin D saja," jawab Jessica santai.

"Di Sunter ada apotek, dokter, rumah sakit?" jaksa Shandy terus mencecar.

"Ada. Saya ke dokter, ke RS, saya tidak terpikir," jawab Jessica.

Lalu Jaksa Shandy bertanya apa jawaban Mirna ketika ditanya soal keberadaan klinik di Grand Indonesia.

"Sepertinya dia bilang ngga ada," jawab Jessica.

12:26

Jessica: Saya Refleks Telepon Ambulans, Tapi Tak Tahu Nomornya

Jessica Wongso mengaku kaget dengan reaksi Mirna Salihin usai menyeruput Vietnamese Ice Coffe yang dipesannya. Melihat kondisi yang tak biasa itu dia spontan ingin menelepon ambulans.

"Refleks saya mau menelpon ambulan, tapi saya tidak tahu nomornya berapa," ujar Mirna.

Kemudian Jessica melihat Hany hendak menelepon suami Mirna, Arif. "Iya, Hany telepon (Arif), sepengetahuan saya," lanjut Jessica.

Jaksa bertanya kepada Jessica, klinik tempat Mirna dilarikan ada di lantai berapa. Jessica mengaku tidak ingat persis.

"Yang jelas beda lantai, saya ingat itu basement di lapangan parkir, karena kecil saya masuk tapi bingung Mirna kenapa. Ngga lama suaminya muncul bilang dibawa ke RS saja, dokter bilang pake tabung oksigen, saya ikut ke RS," jelas Jessica.

12:09

Jessica: Semua Begitu Cepat, Saya Tidak Perhatikan

JPU terus mencecar Jessica Wongso terkait kehadiran Mirna dan Hany di meja 54 Cafe Olivier. Jessica mengaku semua berlangsung secara cepat hingga tidak memperhatikan setiap detil yang terjadi.

"Ketika duduk bersama, perhatikan, saudara dipinggir, Mirna di tengah, apa ada perbincangan?" tanya jaksa.

"Tepatnya saya tidak ingat, basa basi," kata Jessica.

"Suadara tidak memindahkan sedotan?" cecar Jaksa. "Tidak," jawab Jessica.

"Semua begitu cepat, saya tidak perhatikan," lanjut Jessica.

"Cepat gimana?" tanya jaksa lagi.

"Cipika cipiki, duduk, Mirna bilang kopinya awful," jelasnya.

"Awful itu apa?" tanya jaksa. "Itu komentar Mirna, maksudnya ngga enak" jawab Jessica.

Jaksa terus mencencar soal detil reaksi Mirna. Apakah Mirna merasakan manis, asin, panas atau dingin dan seperti apa reaksinya.

"Tangan dia gini (kipas-kipas mulut) awful," ungkap Jessica.

11:49

Penjelasan Jessica Soal Papper Bag dan Pesan Menu Cocktail

JPU mencecar Jessica Wongso soal 3 papper bag yang diletakan di atas meja. Jessica menjelaskan bahwa sebagai penanda meja yang sudah dia pesan.

JPU juga mencecar soal alasan memesan cocktail. Jessica mengaku saat itu sedang ada promo dan tidak familiar dengan menu cocktail selain yang dia pesan.

"Saya pilih sazerak dan old fashion, minumannya tidak familiar untuk saya jadi saya pesen. Say

11:03

Jaksa Tanya Jessica Alasan Datang Lebih Awal

Jaksa Penuntut Umum melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Jessica Wongso. Salah satu fokusnya terkait waktu kedatangan Jessica yang lebih awal dari teman-teman lainnya.

Jessica menjelaskan karena dari kediamannya di Sunter menuju Grand Indonesia di kawasan Jakarta Pusat akan melewati jalur 3 in 1, maka dia berinisiatif datang lebih awal. Jessica juga menjelaskan dirinya di antar oleh ayahnya menggunakan mobil pribadi karena tidak memiliki SIM Indonesia.

"Saya belum pernah naik transportasi umum di Indonesia, tidak boleh juga oleh orang tau, tidak kepikir saat itu naik taksi," jelas Jessica menjawab pertanyaan Jaksa soal mengapa tidak menggunakan transportasi umum.

Jessica mengatakan tiba di Kafe Olivier antar pukul 15.30-16.00 WIB. Dia bertolak dari kediamannya sekitar pukul 14.30 WIB

10:40

Jessica Wongso Hadir di Ruang Sidang

Sidang kasus pembunuhan Mirna dengan agenda pemeriksaan terdakwa Jessica Wongso segera dimulai. Mengenakan kemeja putih, Jessica Wongso bersama tim penasehat hukum sudah berada di ruang sidang. Sementara majelis hakim yang dipimpin oleh Kisworo tiba di ruang sidang.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum juga sudah berada di ruang sidang. Hadirin dan para wartawan dari berbagai media sudah memenuhi ruang sidang.