"Penyidik KPK memeriksa tersangka R (Rohadi) dan tersangka K (Kasman Sangaji)," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati ketika dikonfirmasi, Selasa (9/8/2016).
Kasus suap yang melibatkan Rohadi yaitu tentang pengurusan perkara pencabulan dengan terdakwa Saipul Jamil di PN Jakut. Rohadi merupakan panitera pengganti di pengadilan tersebut dengan kekayaan cukup fantastis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam perkembangannya, penyidik KPK juga sempat memeriksa Sareh Wiyono yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI. KPK menyebut bahwa pemeriksaan Sareh terkait dengan uang Rp 700 juta yang ditemukan di mobil Rohadi saat operasi tangkap tangan.
Uang itu disebut berkaitan dengan sengketa Partai Golkar di PN Jakut. Sareh memang pernah menjadi Ketua PN Jakut pada 2003-2006 dan disebut memiliki pengaruh di pengadilan meskipun telah pensiun.
Perkara sengketa Golkar tersebut ditangani oleh majelis hakim yang diketuai Lilik Mulyadi dengan hakim anggota Ifa Sudewi dan hakim Dasma. Ifa juga menjadi ketua majelis kasus Saipul Jamil. Sementara itu, panitera pengganti yang bertugas saat itu adalah Rohadi.
Gugatan soal kepengurusan DPP Golkar saat itu diajukan oleh kubu Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (Ical) melawan kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono. Pada akhirnya, PN Jakut memenangkan kubu Ical dengan mengabulkan gugatannya pada 24 Juni 2015.
Meskipun KPK belum terang benar menerangkan hubungan Sareh dengan perkara tersebut, tetapi dari profil Sareh tampak bahwa dia memiliki kedekatan dengan PN Jakut di mana perkara partai politik itu ditangani. Dari latar belakangnya, Sareh diketahui pernah menjadi orang nomor satu di PN Jakut dari tahun 2003-2006 sebelum berpindah tugas dan pensiun di tahun 2012.
Namun usai diperiksa pada Jumat lalu, Sareh mengaku hanya dicecar penyidik KPK tentang perkenalannya dengan Rohadi. KPK pun masih berupaya untuk menggali lebih dalam tentang hal tersebut.
Rohadi ditangkap KPK lantaran menerima suap dari pengacara Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji. Selain itu, KPK juga menangkap kakak Saipul Jamil yaitu Samsul Hidayatullah. Uang haram itu disebut KPK untuk mengatur besaran vonis kasus pencabulan Saipul Jamil.
Bertha merupakan istri dari hakim Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Karel Tuppu. (dha/asp)










































