Sisi Lain Tokoh

Johan Budi, 'Sekrup Kecil' yang Punya Kuasa Mengarahkan Pimpinan KPK

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Senin, 11 Jan 2016 18:01 WIB
Johan Budi (Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah)
Jakarta - Sebagai pegawai KPK, Johan Budi pernah menduduki posisi tertinggi di lembaga anti korupsi itu. Sebelum memutuskan mengundurkan diri, Johan selama 10 bulan menjabat sebagai Pimpinan KPK.

Tapi ternyata, posisi Pimpinan KPK bukanlah pencapaian terbaik yang berhasil diraih ayah dua anak itu. Johan menyebut bahwa puncak kariernya selama 10 tahun lebih bekerja di KPK justru sebagai juru bicara.

"Puncak karier saya itu ya jubir itu, menurut saya lho ya. Jubir itu puncak karier saya," kata Johan saat mengisahkan tentang kehidupannya beberapa waktu yang lalu.

(Baca juga: Jadi 'Raja Jalanan', Johan Budi Luka-luka sampai Jadi Perhatian Wanita)

Pria 48 tahun itu lalu mengenang masa-masa indahnya saat menjadi Jubir KPK. Meskipun menjadi humas, posisinya sebagai Jubir KPK sangat berbeda dengan jubir di lembaga lain.

"Kalau humas di tempat lain biasanya pimpinannya mendirect, kamu harus ngomong apa. Nah sepanjang saya jadi jubir di KPK, justru saya yang memberi saran kepada pimpinan KPK, bapak tidak boleh bicara seperti ini, harusnya begini. Bahkan kadang-kadang harus membuat draft secara detail misalnya bagaimana pimpinan KPK menyikapi sebuah persoalan dan itulah yang tertinggi," jelasnya.



Peran Johan sebagai Jubir memang cukup penting di KPK. Dia lah orang pertama yang menjadi bemper saat KPK diserang berbagai isu miring, lalu beraksi untuk mendinginkan suasana.

Johan juga lah sosok di balik megahnya nama KPK saat ini. Berbagai strategi dipakainya agar keberadaan lembaga KPK diakui dan mendapat dukungan banyak pihak. Tak heran, bila ada isu yang menyerang KPK, pasti publik akan berbondong-bondong membela, semua karena masyarakat percaya dan butuh KPK.

Hingga akhirnya, sosok Johan sangat melekat dengan KPK. Banyak yang menyebut dialah ikon KPK sesungguhnya.

"Ah, saya hanya sekrup kecil di sebuah mesin besar bernama KPK, tapi saya merasa punya kontribusi ketika KPK dilanda krisis. Saya merasa ketika KPK diserang, kontribusi pegawai KPK sangat besar, dukungan publik itu yang membuat KPK tetap eksis," kilah Johan saat disebut punya peran besar terhadap keberlangsungan KPK.

(Baca juga: 'Ternak Teri' Johan Budi untuk Bayar Utang Waktu ke Keluarga)


Kini, dia mengakui sangat rindu masa-masa kejayaan saat menjadi Jubir KPK. Kala itu, dia bisa berhubungan begitu dekat dengan para wartawan yang bertugas di KPK.

"Terus terang saja, saya tidak bisa melupakan hubungan dengan media. Meskipun kesannya hanya ngobrol-ngobrol biasa, tapi yang kita pikirkan itu urusan negara lho, saya baru menyadari," tutur Johan.

"Mendiskusikan persoalan negara meskipun dengan cara agak bercanda, tapi saya akan merindukan itu. Kita sebut sebagai pengajian, meskipun tidak membicarakan kasus di KPK tapi meski sambil bercanda. Teman-teman itu punya pemikiran yang concern terhadap persoalan negara," katanya.

Johan Budi (Foto: Hasan Alhabshy /detikFOTO)  


Saat naik jabatan sebagai Pimpinan KPK, Johan pun akhirnya tahu bagaimana KPK seutuhnya. Dia pun menemukan beberapa kekurangan lembaga yang pernah dipimpinnya. Sampai dia memutuskan untuk mengundurkan diri, masih ada hal yang belum bisa dia lakukan di KPK.

"Yang belum berhasil saya lakukan, yaitu meyakinkan stake holderbahwa KPK layak didukung dan saya belum berhasil membenahi internal KPK," tegasnya.

(Baca juga: Kisah Batik Mewah Johan Budi dan Gelas Kopi Paling Berharga dari Ibu)

Kini, Johan tengah menikmati waktu bebasnya. Bisa kembali ke kehidupan seutuhnya. Namun, banyak yang bertanya sampai kapan Johan akan beristirahat? Tidak kah Johan tertarik kembali berperan untuk perbaikan negara?

"Dalam waktu dekat saya akan mengambil keputusan akan melakukan apa setelah ini," kata Johan tanpa mau menjelaskan keputusan apa yang akan diambil.

Johan Budi masuk KPK sejak era kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki, Tumpak Hatorangan, Erry Riyana sekitar lebih dari 10 tahun lalu, Johan berkarier di bagian Humas KPK hingga kemudian menjadi juru bicara KPK. Kehandalannya menjadi juru bicara KPK tak meragukan lagi. Badai-badai yang datang ke KPK sejak era Antasari Azhar, Bibit-Chandra, hingga BW-Samad, berhasil dilewatinya. Citra KPK tak terganggu. Johan tampil menjaga kehormatan KPK.

Tahun 2015 Johan ikut mendaftar menjadi pimpinan KPK, tapi sayangnya sebagian besar anggota Komisi III DPR tak memberi suara kepadanya. Johan gagal menjadi pimpinan. Kini Johan tengah menikmati kehidupan menjadi orang biasa yang tidak disibukan dengan urusan negara dan jauh dari sorotan kamera.

Foto: Hasan Alhabshy/detikcom-Ilustrasi:Mindra Purnomo
(Hbb/slh)