Metromini Reyot 'Gentayangan' di Jalanan Jakarta, Salah Siapa?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 07 Des 2015 12:10 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sejumlah Metromini reyot yang sebenarnya tak layak beroperasi dan sopirnya yang ugal-ugalan 'gentayangan' di jalanan Ibu Kota. Masyarakat terpaksa naik menggunakannya karena memang tak banyak alternatif.  

Adapun pejabat berwenang seperti kewalahan menyetop Metromini bobrok dan sopirnya yang asal-asalan tersebut meski sudah banyak korban tewas berjatuhan . Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sudah menginstruksikan kepada petugas uji kir Dinas Pehubungan untuk menangkap Metromini reyot yang tak lolos uji kir namun masih berkeliaran di jalanan.

Baca juga: Kombinasi Maut Bus Reyot dan Sopir Nakal di Metromini, Sampai Kapan Terjadi?

Dinas Perhubungan DKI Jakarta diperintahkan memperketat izin kir dan trayek untuk semua kendaraan di Ibu Kota, termasuk Metromini. Namun rupanya tak semua pejabat patuh dengan Ahok.


Metromini reyot. (Foto-Rachmadin Ismail/detikcom)


Beberapa pejabat yang mestinya menegakkan peraturan dengan memperketat izin kir justru 'bermain mata'. Walhasil masih banyak Metromini hancur yang masih kelayapan di jalanan Ibu Kota.

Baca juga: Kecelakaan Metromini Maut, Ahok: Pokoknya Nggak Ada Ampun, Sikat Habis

Ahok telah melakukan bongkar pasang pejabat di Dinas Perhubungan Jakarta. Salah satunya adalah Kepala dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan sebelumnya karena disinyalir terlibat permainan kotor terkait izin operasi bus-bus reyot.

"Apa tindakan jangka pendeknya? Saya sudah berhentikan Kepala Dinas dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan. Sudah ganti-ganti orang Dishub, karena mereka disinyalir terlibat permainan," kata Ahok, kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (7/12/2015).


Metromini reyot. (Foto-Rachmadin Ismail/detikcom)

Baca juga: Ahok Sedang Cari Lahan untuk Kandang Metromini Reyot

Ahok kemudian mengangkat pejabat luar untuk memimpin Dinas Perhubungan. Kini Dishub dipimpin orang yang sebelumnya berasal dari eksternal Dishub. Ahok memandang terobosan mereka telah berwujud upaya mengandangkan 1.600 bus reyot itu.

"Kalau bukan orang di luar Dishub, enggak bakalan tangkap 1.600 bus," kata Ahok.

Namun faktanya saat ini masih banyak bus Metromini reyot beroperasi di jalanan Ibu Kota. Ini salah siapa?

(erd/nrl)