Namun informasi tersebut dibantah oleh pihak Aviastar. Menurut GM Komersial dan Bisnis Development PT Aviastar Mandiri, Petrus Budi Prasetyo, pesawat tersebut bukan pesawat carteran dan rute yang dilalui merupakan rute biasa.
"Tidak, pesawat ini, pesawat rute biasa perintis Masamba, Makassar. Kebetulan saja pada hari itu yang naik orang dari Kemenhub," ujar Petrus kepada wartawan dalam konferensi pers di kantornya, di Kalimalang, Jakarta Timur, Senin (5/10/2015).
Baca juga : Pesawat Aviastar yang Hilang Kontak Digunakan Untuk Carter
Petrus menambahkan, Aviastar merupakan pesawat yang dibiayai oleh APBN. Maka harga tiketnya pun menjadi terjangkau.
"Jadi yang naik siapa aja silkan. Justru fokus utama adalah masyarakat yang selama ini kesusahan atau kesulitan mendapat transportasi," tambahnya.
Sedangkan untuk pemberian kompensasi, Petrus mengatakan pihaknya akan mengikuti sesuai peraturan dan perundangan-undangan yang ada. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu dengan pasti kondisi keseluruhan penumpang.
"Kompensasi keluarga korban kita tunggu sampai pesawat ditemukan dan bagaimana dengan kondisi penumpang dan kru. Setelah itu baru bisa disampaikan. Dan tetap kita ikut peraturan dan perundangan yang baru,"Β ujar Petrus.
(yds/mpr)











































