"Apa yang dikatakan Presiden bisa kami pahami. Menteri keuangan (menkeu), menteri luar negeri (menlu) dan menteri perhubungan (menhub) membutuhkan wakil menteri," ujar Priyo saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2009).
Menurut Priyo, pos menkeu, menlu dan menhub memegang peranan penting dalam membantu tugas SBY. Sudah sewajarnya diberi wakil menteri untuk membantu kinerja dalam melaksanakan perintah SBY.
"Dimungkinkan dalam UU tentang kementerian negara jika seandainya dipandang perlu menunjuk wakil menteri. Beberapa kementerian yang overload butuh wakil menteri," ujar politisi Golkar ini.
Mengenai siapa-siapa yang akan duduk di wakil menteri, Priyo mengatakan SBY yang paling berhak menentukan. Namun Priyo menambahkan posisi wakil menteri sama halnya dengan menteri yakni posisi politik.
"Jabatan wakil menteri adalah jabatan politik namun demikian kembali pada hak prerogatif Presiden," ungkapnya.
Sebelumnya saat pengumuman menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II SBY akan menunjuk wakil menteri.
(nik/iy)










































