detikNews
2019/04/10 07:41:09 WIB

Round-Up

Runutan Cerita di Balik Viral #JusticeForAudrey

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Tagar #JusticeForAudrey mencuat di media sosial hingga menjadi trending nomor 1 dunia di Twitter. Begini runutan cerita di balik viralnya tagar tersebut.

1. Siswi SMP mengaku dikeroyok siswi SMA

Peristiwa ini terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Salah satu akun yang menceritakan kisah siswi tersebut adalah @syarifahmelinda.

"Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak," cuit @syarifahmelinda.

Saat dikonfirmasi, polisi membenarkan pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Polisi mengatakan berdasarkan laporan polisi yang diterima pihaknya, penganiayaan terjadi pada 29 Maret 2019.



"Kejadiannya benar, pastinya terjadi tanggal 29 Maret 2019 di wilayah Pontianak," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Dony.

"Saat ini sudah ditangani oleh Polresta Pontianak, limpahan dari Polsek," ucap Dony.

2. Tiga orang dipolisikan

Polisi mengusut kasus pengeroyokan siswi SMP di Pontianak oleh siswi SMA di kotanya. Sejauh ini, ada tiga orang yang dipolisikan.

"Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dony saat dimintai konfirmasi, Selasa (9/4/2019).

Orang tua siswi SMP sudah diperiksa, sedangkan korban masih dirawat di rumah sakit. "Sampai saat ini kami belum dapat keterangan korban karena masih dirawat di RS. Yang sudah di-BAP ortu korban," kata Kasat Reskrim Polres Pontianak Kompol Husni.



Kompol Husni mengatakan pihaknya sudah melakukan visum setelah pelaporan pada 5 April 2019. Tapi tidak ada tanda-tanda kekerasan dari visum awal.

"Karena kejadian tanggal 29 dilapor tanggal 5 April. Mungkin luka-luka yang menurut korban sakit itu sudah sembuh. Waktu dia datang melapor, belum dirawat. Sesudah melapor, baru dirawat," ujar Kompol Husni.

3. Siswi SMP mengaku dipukul hingga dibenturkan ke aspal

Kasus ini juga ditangani oleh Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat. Seperti dilansir Antara, Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak menerima aduan korban yang didampingi ibunya pada Jumat (5/4/2019), sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam aduan itu, korban melaporkan bahwa dia telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, serta diseret sampai kepalanya berbenturan ke aspal.

"Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, yakni berinisial NE, TP, dan FZ, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton," kata Eka.



4. Penyebab pengeroyokan

Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak menceritakan total ada 12 siswi SMA dari berbagai sekolah di Pontianak yang terlibat dalam pengeroyokan ini. Pelaku utama yang mengeroyok korban berjumlah 3 orang.

"Dua orang provokator, tiga orang pelaku utama, sementara 7 sisanya menyaksikan tapi tidak menolong dan tidak melerai," kata Eva saat dihubungi.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com