DetikNews
Senin 01 Oktober 2018, 15:21 WIB

BNPB: Tsunami di Donggala Capai 7 Meter, Lampaui Tiang Listrik

Ibnu Hariyanto - detikNews
BNPB: Tsunami di Donggala Capai 7 Meter, Lampaui Tiang Listrik Kondisi kerusakan pasca-gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, diambil dari ketinggian. (Foto: dok. istimewa/BNPB)
Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerima informasi ketinggian tsunami di Donggala ada yang mencapai 7 meter. Dia menerima informasi bahwa tsunami tersebut terjadi di Kecamatan Banawa, yang ada di pesisir pantai.

"Ini juga di daerah yang lain. Untuk sementara di Kabupaten Donggala ada beberapa informasi. Karena komunikasi putus. Karena listrik putus total di sana. Kerusakan di Kecamatan Banawa di mana rumah di pesisir diterjang tsunami yang ada di Banawa 6-7 meter. Karena tiang listrik terlampaui oleh tinggi tsunami," kata Sutopo di kantornya, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (1/10/2018).


Dia mengatakan saat ini petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan relawan mulai bergerak ke Donggala. Namun komunikasi masih terputus karena listrik padam.

Sutopo mengatakan guncangan gempa di Donggala dirasakan lebih kuat dibanding di Palu. Hal ini didasari analisis peta gempa.


"Guncangan yang dirasakan memang wilayah Donggala menerima guncangan gempa lebih besar dari Palu. Sehingga diperkirakan lebih parah. Untuk jumlah korban tidak bertambah, sebanyak 11 (orang)," ujar Sutopo.

Pada Sabtu (29/9) lalu, Sutopo mengatakan tsunami di Palu sempat mencapai ketinggian 5 meter. Tsunami ini dipicu gempa magnitudo 7,4 yang berpusat di Donggala pada Jumat (28/9) sore.

"Tsunami kami menemukan ada yang tingginya mencapai lima meter. Kami dapat laporan tadi ada orang yang menyelamatkan orang dengan naik ke pohon yang tingginya hampir 6 meter," kata Sutopo di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).


Dia menambahkan Donggala dan Palu punya sejarah kebencanaan yang cukup panjang. Gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu bukan peristiwa pertama yang terjadi.

"Jadi sesar, patahan Palu Koro yang membelah Sulawesi jadi dua, ini sangat aktif sekali. Tiap tahun selalu bergeser 35-45 mm per tahun. Suatu saat, periode tertentu mereka akan lepas, akan terjadi gempa bumi," ujar Sutopo.



Saksikan juga video 'Detik-detik Tsunami Menerjang Pesisir Palu':

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed