DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 12:45 WIB

Bocah Tanah Abang yang Diculik ke Sumbar Dipaksa Jadi Pengemis

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Bocah Tanah Abang yang Diculik ke Sumbar Dipaksa Jadi Pengemis Herman, pelaku penculikan anak di Tanah Abang. (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Herman (37), pria yang menculik bocah perempuan berinisial P (5), memaksa korban menjadi pengemis. Herman menyuruh korban meminta uang kepada orang lain untuk keperluan biaya hidup selama perjalanan menuju Pariaman, Sumatera Barat.

"Motifnya itu dia sebetulnya eksploitasi kerja, dia mempekerjakan anak-anak ini minta-minta. Dia sebelum naik kereta api itu, dia minta bawa kain, bawa ember merah, lalu minta, lalu ke Rangkas Bitung, turun lagi, lalu minta lagi. Sampai ke Pariaman, sampai berapa puluh tempat," kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Edison Harefa saat dihubungi, Senin (23/7/2018).


Edison mengatakan korban terpaksa meladeni permintaan Herman karena merasa takut lantaran pelaku selalu membawa pisau.

"Iya, mungkin walaupun anak nggak ngomong, tapi dia ada rasa takutnya melihat itu," ujarnya.

Menurut Edison, korban juga dipaksa menjadi pengemis saat berada di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat. Hal itu pulalah yang membuat masyarakat curiga hingga akhirnya pelaku ditangkap polisi.

"Di tempat rekreasi di Pantai Gandoriah. Ngemis, justru curiga masyarakat di situ," imbuhnya.

Korban sebelumnya diculik sejak Rabu (11/7) lalu. Setelah 10 hari, korban yang tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu baru ditemukan di Pariaman, Sumatera Barat.

"Korban diculik oleh tersangka atas nama Herman (37), dia ini pedagang asongan di depan Stasiun Tanah Abang, Jalan Jatibaru," ujar Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono kepada detikcom, Minggu (22/7).


Herman sering bertemu dengan korban di depan gang di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Herman juga mengenal korban karena sering menitipkan gerobak dagangannya di rumah nenek korban.

Tersangka mengiming-imingi korban dengan permen dan jajanan agar mau dibawa tersangka. Korban yang terbujuk kemudian digendong oleh tersangka dan langsung dibawa ke stasiun menuju Rangkas Bitung, Banten.

Di sisi lain, keluarga korban melaporkan hilangnya P ke Polsek Tanah Abang pada 14 Juli 2018. Setelah dilakukan penyelidikan, P akhirnya ditemukan bersama tersangka di Sumatera Barat pada Sabtu (21/7).
(knv/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed