DetikNews
Senin 18 Juni 2018, 08:39 WIB

Kasus Sukmawati Disetop, Gerindra: Polisi Manfaatkan Momentum

Haris Fadhil - detikNews
Kasus Sukmawati Disetop, Gerindra: Polisi Manfaatkan Momentum Foto: Andre Rosiade (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Gerindra menghormati penghentian penyelidikan kasus dugaan penistaan agama terkait puisi 'Ibu Indonesia' yang melibatkan Sukmawati Soekarnoputri. Menurut Gerindra, ada kesengajaan polisi mengumumkan penghentian penyelidikan itu dengan dikeluarkannya SP3 kasus chat Habib Rizieq Syihab.

"Kita tentu menghormati hak penyidik. Itu wewenang Polri tapi kalau dilihat momentum SP3 dikeluarkan berdekatan dengan SP3 Habib Rizieq, mungkin saja ini disengajakan waktunya bersamaan," kata Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade kepada detikcom, Minggu (17/6/2018).


Ia menilai pemilihan waktu itu ditujukan untuk meredam protes terkait dihentikannya penyelidikan kasus puisi Sukmawati. Andre juga menyatakan polisi piawai dalam memanfaatkan momentum.

"Agar meredam protes. Dengan Habib Rizieq keluar (SP3) kan umat Islam senang. Kalau Bu Sukmawati keluar (penghentian penyelidikannya) jadi protes kepada polisi dari umat Islam juga berkurang, ini melihat kepiawaian polisi memanfaatkan momentum," ucap Andre.


Sebelumnya, polisi menghentikan penyelidikan dugaan penistaan agama terkait puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri. Alasannya, polisi tidak menemukan unsur pidana.

"Tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana, sehingga perkara tersebut tidak dapat dinaikkan/ditingkatkan ke tahap penyidikan. Maka kasus tersebut di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyelidikan)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangannya, Minggu (17/6) kemarin.


Rachmawati Minta Kasus Puisi Sukmawati Diusut Terus:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed