"Saya tidak berfikir macam-macam terhadap apa yang akan terjadi dengan suami saya. Masalah kakak (sapaan akrab Rohmah kepada Amrozi) nanti jadi dieksekusi atau tidak, bukan menjadi persoalan bagi saya," kata Siti Rohmah didampingi sepupu Amrozi, Wibisono yang akrab dipanggil Gus No, saat ditemui detiksurabaya.com, di rumahnya di kawasan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota, Tuban, Jawa Timur, Rabu (27/8/2008) sore.
Bagi perempuan asal Desa Sugihan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini, kematian maupun hidup suaminya tak lebih dari perjalanan panjang yang ditentukan oleh Tuhan. Termasuk juga ketika ia menikah kembali dengan Amrozi, yang kini ditahan di LP Batu, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Siti Rohmah baru sekali bertemu dengan suaminya setelah menikah kembali. Ia bertemu dengan suaminya di Nusa Kambangan.
"Saya sekeluarga siap dengan apa yang menjadi takdir yang sudah ditentukan Alloh Subhanalloh ta'ala. Bagi kami tidak masalah dalam menjalani hidup karena semuanya sudah ada yang mengatur," ujar Siti Rohman.
Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar kabar bahwa suami akan diekskusi mati? "Lho bagi saya itu tidak masalah. Saya siap dengan apa yang sudah ditakdirkan Allah," tegasnya.
Dia katakan, untuk masalah hukum dia meminta ditanyakan ke TPM (Tim Pembela Muslim). "Saya tidak mengerti masalah hukum. Biar TPM yang mendampingi suami saya yang menjawab," ujar wanita berjilbab hitam yang dipadu cadar warna serupa ini.
Sementara dari Desa Tenggulun, Lamongan diperoleh informasi, istri kedua Amrozi, Khususiana asal Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, saat ini mengajar sebagai ustadzah di Ponpes Al-Islam. Dari perkawinannya dengan Amrozi ia dikaruniai seorang putrid, Khaula. (bdh/bdh)











































