Selain tabung palsu, juga tabung lama yang sudah dinyatakan kadaluwarsa, seperti pegangan tabung berkaki empat masih ditemukan di pasaran. Bahkan, tabung aluminium yang mudah meledak juga belum ditarik oleh pihak Pertamina.
Penjual elpiji yang mendapatkan tabung palsu yakni Toko Bintang Sembilan (BS) di Jalan KH Zainal Arifin, Bangselok. Sedangkan tabung berkaki 4 dan tabung aluminium berwarnah putih masih ada di Distributor Sarua Subur (SS) Grup, Jalan Sludang, Sumenep.
Pemilik Toko Bintang Sembilan, Andryanto mengaku dua kali menerima tabung palsu dari penjual tabung keliling yang memakai mobil pick-up. Karena harganya jauh lebih murah akhirnya memutuskan untuk membeli dalam jumlah besar.
"Saya tahu jika tabung-tabung itu palsu setelah akan diisi kembali pada pertamina melalui distributor, ternyata ditolak. Katanya, tabung elpiji palsu," ujar Andryanto kepada detiksurabaya.com di tempat kerjanya, Jalan KH Zainal Arifin, Bangselok, Sumenep, Selasa (26/8/2008).
Dia menjelaskan, ciri-ciri tabung palsu, nomor kode tabung terdapat delapan angka, yakni 10.04.03.05 biasa terdapat pada bagian pegangan dan sulit dilihat. Sedangkan tabung asli hanya 4 angka yakni 05-11 dan ditulis terang warna putih di bagian tempat pegangan.
Perbedaan lain yang mudah dilihat yakni pada pegangan tabung, jika tabung asli ada 3 kaki, jika tabung palsu 2 kaki dan ukurannya besar. Adapun tabung lama yang seharusnya sudah ditarik namun masih ada di pasaran yakni di bagian pegangan terdapat 4 kaki dan tabung dari bahan aluminium berwarnah putih.
Sementara, Karyawan Sarua Subur (SS) Grup, Ayuk mengakui jika masih terdapat tabung elpiji yang dibagian pegangannya berkaki 4 dan tabung dari bahan aluminium berwarna putih.
"Tabung elpiji berkaki 4 dan tabung dari aluminium masih ada," kata Ayuk di tempat kerjanya, Jalan Sludang Sumenep. (fat/fat)











































