PM Mandala Abadi Tenggelam, 10 Penumpang Selamat

PM Mandala Abadi Tenggelam, 10 Penumpang Selamat

- detikNews
Jumat, 08 Agu 2008 10:00 WIB
Sumenep - Gelombang setinggi 3 sampai 4 meter dan angin kencang yang melanda Perairan Jawa-Bali kembali menenggelamkan Perahu Motor (PM) Mandala Abadi, Jumat (8/8/2008).

PM Mandala Abadi yang dinahkodai Ahmad (39) warga Desa Tanjung Keok, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura itu mengangkut sembilan bahan pokok (sembako) dari Kabupaten Banyuwangi dengan tujuan Desa Tanjung Keok.

Namun, di tengah perjalanan pulang tepatnya Perairan Jawa-Bali (Mendekati Perairan Sumenep) tiba-tiba dihadang gelombang setinggi 3 meter dan angin cukup kencang.

PM Mandala Abadi akhirnya oleng. Lalu mesin mati hingga akhirnya hilang keseimbangan dan tenggelam. 5 penumpang, 4 anak buah kapal (ABK) dan nahkoda berhasil selamat.

10 orang tersebut selamat (termasuk nahkoda) setelah menggunakan jerigen kosong untuk bertahan. Lalu mendapat pertolongan dari nelayan Kepulauan Sapeken.

Saksi mata, Nur Ahmadi (40) warga Tanjung Keok menyebutkan, para penumpang dan ABK PM Mandala Abadi itu masih terlihat shock. Para korban selamat itu berhasil dievakuasi oleh nelayan dan langsung dipulangkan ke rumah masing-masing pukul 09.17 WIB tadi pagi.

"Semua penumpang dan ABK-nya selamat. Namun, perahu dan muatannya berupa sembako seberat 15 ton tenggelam," kata Nur Ahmadi dihubungi detiksurabaya.com, Jumat (8/8/2008).

Sementara anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Badrul Aini asal Kepulauan Kangean mengaku telah mendapat laporan dari warga jika ada PM yang mengangkut sembako tenggelam.

"Peristiwa laka laut yang menimpa PM Mandala Abadi ini bukan yang pertama, tapi seringkali. Itu terjadi karena selain perairan Sumenep sangat ekstrim juga minimnya fasilitas transportasi laut yang dimiliki Sumenep," kata Badrul dihubungi.

Menurut dia, seandainya Sumenep memiliki kapal yang cukup memadai, maka warga kepulauan tidak akan kesulitan untuk mendapatkan sembako dan tidak harus memasuk ke Kabupaten Banyuwangi maupun dari Bali.

"Jadi, banyaknya laka laut mohon dijadikan pelajaran bagi pemkab untuk membenahi transportasi laut," ujarnya. (fat/fat)
Berita Terkait