Rutan Medaeng Didemo Aktivis Anti Hukuman Mati

Rutan Medaeng Didemo Aktivis Anti Hukuman Mati

- detikNews
Kamis, 17 Jul 2008 16:19 WIB
Rutan Medaeng Didemo Aktivis Anti Hukuman Mati
Sidoarjo - Menjelang pelaksanaan eksekusi dua terpidana mati, Rutan Medaeng, Waru. Sidoarjo didemo aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Forum Anak Bangsa (FAB). Mereka menolak pelaksanaan eksekusi mati terhadap Sumiarsih & Sugeng serta hukuman mati di Indonesia.

"Kami meminta pemerintah agar seluruh vonis mati di Indonesia diubah menjadi hukuman penjara sampai mati dengan sendirinya (seumur hidup), ujar Sekretaris FAB, Trio Marpaung, saat melakukan orasi di depan Rutan Medaeng, Kamis (17/7/2008).

Trio lebih lanjut mengatakan bahwa bila Sumiarsih dan Sugeng melakukan pembunuhan, itu jelas melanggar HAM. Tetapi Trio menanyakan apakah manusia lain, kelompok manusia atau kumpulan manusia dengan segala perangkat sistem dan hukumannya atau negara berhak mengakhiri hidup manusia.

"Hukum yang paling tinggi itu adalah memaafkan," tambah Trio.

Dengan sedikit berfilosofi, Trio menambahkan bahwa agama apa saja selalu mendengungkan kasih sayang. Sedangkan hukuman mati merupakan pelanggaran terhadap HAM yang dilakukan negara terhadap manusia.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menolak hukuman mati," tegas Trio.

Dalam aksi itu mereka membawa dan membentangkan beberapa poster yang
bertuliskan antara lain, "Cabut Pasal-pasal Hukuman Mati, karena pasal-pasal tersebut merebut Tuhan, Manusia/Negara Tidak Berhak Mencabut Nyawa Sesama Manusia, Hukuman Mati = Pelanggaran HAM".

Aksi para demonstran itu sempat menyedot perhatian para pembezuk tahanan di Rutan Medaeng. Namun tidak ada sama sekali pengamanan khusus yang dilakukan oleh pihak kepolisian setempat maupun dari petugas keamanan rutan. (iwd/bdh)
Berita Terkait