Menurut pemilik bor yang juga pemilik rumah tersebut, Padi awalnya dia ingin membor air untuk membuat sumur karena sekarang sudah musim kemarau. Tetapi, tak disangka sewaktu dibor air yang lama-kelamaan berwarna kuning dan berasa asin. "Bor ini saya buat sekitar dua bulan yang lalu," terangnya.
Karena airnya berwarna kuning dan berasa asin, Padi beberapa hari yang lalu akhirnya menghentikan bor tersebut dan mencabut selang yang ada di dalam sumur tersebut. "Saat saya buka selangnya, ternyata berbau sangat menyengat," tukasnya.
Karena penasaran, lanjut Padi, dirinya kemudian mencoba menyulutnya dengan korek api dan alangkah terkejutnya, ketika disulut dengan korek ternyata gas yang keluar dari bekas sumur bor itu menimbulkan api. "Sehingga saya khawatir dan melaporkan ini ke aparat desa saya," ujarnya.
Saat ini, semburan api yang ada di depan rumah Padi dimanfaatkan warga sekitar rumahnya untuk memasak, mulai dari menjerang air hingga memasak mie instant dan membuat telor mata sapi.
Sampai saat ini, Padi mengaku belum mendapatkan informasi apakah kandungan sumur bornya berbahaya atau tidak. "Tapi paling tidak saya sudah melaporkannya ke pihak-pihak yang terkait," terangnya. (bdh/bdh)










































