Harianto mengalami jahitan di dahinya sepanjang 5 cm dan mengalami patah tulang pada tangan kiri. Harianto sempat dilarikan ke RSUD Bangil dan dirujuk ke RSU Syaifu Anwar, Malang.
"Kata dokter, Pak Harianto tidak perlu dioperasi karena kondisinya sudah stabil. Kemungkinan besar, hari ini sudah diperbolehkan pulang," kata Kahumas Daops VIII, Sugeng Priyono kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Sabtu (5/7/2008).
Sugeng menjelaskan, untuk mengetahui kronologis kecelakaan tersebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan laporan masing-masing masinis KA dan pihak terkait.
"Belum-belum ada hasil, kita masih memeriksa pihak-pihak yang terkait akibat tabrakan ini," jelasnya.
Sementara itu, evakuasi KA yang anjlok karena tabrakan tersebut selesai pukul 19.00 WIB, Jumat (4/7/2008). "Loko warna putih berloko CC 20327 sudah ditarik dan dikirim ke Depo Sidotopo. Sedangkan KA barang BB 30121 ditarik dan dinaikkan ke Malang," tambahnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 13.43 WIB, Jumat (5/7/2008) dua kereta api (KA) yang memuat bahan bakar minyak berloko CC 20327 dan sebuah loko BB 30121 bertabrakan di 300 meter dari arah Stasiun Sengon atau tepatnya di Desa Sengonagung, Purwosari, Pasuruan. Akibatnya, gerbong depan masing-masing KA penyok dan kaca-kacanya pecah dan satu masinis bernama Harianto mengalami patah tulang tangan. (fat/fat)











































