Dari pantauan detiksurabaya.com, keberangkatan kapal dari Pelabuhan Kalianget menuju Jangkar yang dilayani KM Manila hanya berpenumpang 41 orang. Padahal, sebelum ada kenaikan mampu mencapai 75 orang. Bahkan bisa lebih. Sedangkan kapasitas dari kapal sendiri lebih dari 200 orang.
Sepinya pengguna jasa lintas antar kabupaten tersebut juga terjadi dari Jangkar menuju Kalianget via Kepulauan Sapeken, Sumenep.
Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama (DLU) Kalianget, Sumenep, Wiweko Agung W mengatakan, adanya kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dan tarif jasa angkutan yang diberlakukan per 1 Juli, sangat terasa terhadap jumlah penumpang.
"Setiap kali keberangkatan kapal, jumlah penumpang jauh dari harapan menagement," kata Wiweko pada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Rabu (2/7/2008).
Daya beli masyarakat, kata dia, sangat rendah sehingga berpengaruh besar terhadap jasa angkutan laut saat ini. "Kalau sudah BBM naik dan tarif angkutan juga naik, ya pasti berpengaruh pada sektor ekonomi
lain," katanya.
Kenaikan tarif angkutan laut antar kabupaten di Sumenep dinilai mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk tarif penumpang dewasa semula Rp 38.500 menjadi Rp 49 ribu, bagi anak-anak semula Rp 27.500 kini naik menjadi Rp 35 ribu.
Kenaikan tarif juga terjadi pada kendaraan roda dua (sepeda motor), semula hanya Rp 38.200 menjadi menjadi Rp 47.500. MObil biasa semula Rp 322 ribu menjadi Rp 393 ribu. Sedangkan untuk kendaraan barang semula Rp 350 ribu kini dipatok Rp 408 ribu. (fat/fat)











































