Satu unit mobil water canon Brimob Ampeldento diturunkan untuk menghalau para demontrans yang berusaha masuk ke dalam kantor KPUD. Bahkan, massa yang anarkis melempar aparat keamanan dengan batu dan membakar ban bekas.
Sejumlah demontrans diamankan aparat keamanan dalam kejadian itu karena diduga menjadi provokator. Dua ssk (satuan setingkat kompi) Brimob disiagakan di lokasi untuk mengamankan massa.
Inilah gambaran simulasi pengamanan pesta demokrasi pemilihan gubernur Jawa Timur dan Walikota Malang oleh gabungan aparat keamanan dari Polresta Malang, Brimob Ampeldento, serta Kodim Kota Malang di Lapangan Rampal, Malang.
"Guna persiapan mengatasi tindak anarkis massa kita telah persiapkan tim pemukul massa dari brimob yang dilengkapi peralatan lengkap," kata Kapolresta Malang AKBP Atang Heradi kepada detiksurabaya.com.
Dalam persiapan keamanan pemilihan Gubernur Jawa Timur serta Walikota Malang ini telah disiapkan 850 personel gabungan dari Polresta Malang, Polwil Malang, Brimob Ampeldento, serta TNI AD dari Kodim Kota Malang.
"Untuk TNI dipersiapkan jika situasi sulit dikendalikan. Sistem pengamanan sendiri mengutamakan penegakkan hukum, cipta kondisi dan beberapa tahapan lain," imbuh Atang.
Atang menambahkan, pihaknya belum dapat memetakan secara jelas wilayah rawan anarkis dalam pesta demokrasi ini. Begitu juga dengan pengamanan TPS di Lembaga Permasyarakatan Lowokwaru tidak ada pengamanan secara khusus. "Kita belum dalam tahap pemetaan wilayah rawan anarkis," tuturnya. (bdh/bdh)











































