⁠Ancaman Terbaru Iran ke Amerika Serikat

⁠Ancaman Terbaru Iran ke Amerika Serikat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Feb 2026 20:02 WIB
Iranian flags and photographs honoring people killed in Iran are displayed on the National Mall near the U.S. Capitol as part of a demonstration organized by activists who support regime change by the people of Iran, in Washington, D.C., U.S., June 2
Ilustrasi, Bendera Iran di sekitar gedung Capitol (Foto: REUTERS/Kevin Mohatt)
Teheran -

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat makin memanas. Terbaru, Iran menebar ancaman bahwa pangkalan militer, fasilitas, dan aset-aset AS akan menjadi target bila Amerika Serikat melancarkan serangan militernya.

Amir Saeid Iravani, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyampaikan pernyataan tersebut dalam surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan peralatan militer lainnya ke Timur Tengah, dalam upayanya untuk mencegah Iran memproduksi bom nuklir, sesuatu yang menurut Teheran tidak mereka lakukan.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2026), surat Dubes Iran untuk Sekjen PBB tersebut mengutip unggahan media sosial Trump pada hari Rabu lalu, di mana ia mengatakan Amerika Serikat mungkin perlu menggunakan pangkalan militer Inggris, termasuk satu pangkalan di sebuah pulau di Samudra Hindia, "jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan."

ADVERTISEMENT

"Pernyataan yang begitu agresif oleh Presiden Amerika Serikat...menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan tersebut, dan akan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional," tulis Iravani dalam surat tersebut.

Ia menyerukan Dewan Keamanan selaku badan pembuat keputusan tertinggi PBB, untuk "memastikan bahwa Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum."

Dalam surat tersebut, dituliskan bahwa Iran tetap berkomitmen "pada solusi diplomatik" dan "atas dasar timbal balik, mengatasi ambiguitas mengenai program nuklir damainya."

Namun, Iravani mengingatkan bahwa jika Iran menghadapi agresi militer, "semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi target yang sah dalam konteks respons defensif Iran."

Trump telah berulang kali mengancam tindakan militer terhadap Iran, dengan menyinggung tindakan keras aparat terhadap demonstran anti-pemerintah bulan lalu dan terkait program nuklirnya.

Pada hari Kamis (19/2), Trump mengatakan bahwa Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan, atau Amerika Serikat akan menyerang jika Iran gagal melakukannya.

Halaman 2 dari 2
(isa/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads