Penyebab Ledakan di Malang Diduga Serbuk Mercon

Penyebab Ledakan di Malang Diduga Serbuk Mercon

- detikNews
Sabtu, 21 Jun 2008 13:06 WIB
Malang - Sebuah ledakan yang diduga berasal dari serbuk mercon di sebuah bengkel milik Setiopradoto (49) di kawasan Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang diselidiki.

Petugas dari Polres Malang dan Labfor Polda Jatim masih melakukan olah TKP yang menewaskan seorang warga Mudrofin (33) asal Desa Tambakasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan seorang mengalami luka putri dari pemilik bengkel, Putri Fitri (11).

Hasil sementara olah TKP diduga kuat penyebab ledakan dari serbuk mercon yang dibawa korban. Keterangan saksi mata diperkuat jika sebelum kejadian korban serius menggayak serbuk di dalam bengkel.

"Dugaan kami ledakan itu berasal dari serbuk mercon yang dibawa korban. Demi kepastiannya kita sita sisa-sisa serbuk mercon yang ditemukan di lokasi," kata Kapolres Malang AKBP Edi Sukaryo saat dihubungi, Sabtu (21/6/2008).

Dalam ledakan itu, Mudrofin tewas dengan luka di bagian kepala dan wajah. Bahkan tangan kirinya putus terkena ledakan. Selain itu, korban luka Maya Fitri (11), putri pemilik bengkel yang berada di sekitar lokasi mengalami luka bakar serius dan kini menjalani perawatan medis di RSSA Malang ruang 16.

Sementara itu, pihak keluarga Mudrofin membantah jika selama ini korban bergelut dalam bisnis penjualan mercon. Pasalnya, sehari-harinya bapak tiga anak ini sibuk berjualan stiker di sekolah-sekolah.

"Kami tidak yakin jika korban akan membuat mercon, karena kami sekeluarga tak pernah tahu korban membawa atau memiliki bahan berbahaya itu," ungkap Bukhori salah satu kerabat korban saat ditemui di RSSA Malang.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan ledakan keras di bengkel milik Setiopradoto, Jumat (20/6/2008). Warga makin panik setelah kondisi tubuh Mudrofin tercerai berai saat ditemukan terbujur kaku dalam bengkel.

Tak jauh dari lokasi, anaknya Maya Fitri menjerit setelah mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Keduanya pun dibawa ke RSSA Malang, Jumat (20/6/2008) malam. (fat/fat)
Berita Terkait