"Kami telepon keluarga yang ikut rombongan, tapi malah tidak diangkat. Kami bingung, siapa saja yang luka dan siapa yang meninggal," kata Sumariyah (54), warga Desa Karangdieng No 85, RT 03 RW I kepada detiksurabaya di rumahnya.
Di dalam Bus Pariwisata bernopol AG 6678 PU tersebut, terdapat 5 keluarga Sumariyah. Kelimanya, Nur Ida (27) dan anaknya Rahmatul Maghfiroh (6). Ismahanik (25) dan anaknya Bagas Sanjaya (6), serta Rini Sukarti (21), adik Ismahanik.
Karena tidak ada kepastian identitas korban yang meninggal, keluarga Sumariyah pasrah kepada Tuhan. "Saya tidak tahu bagaimana kelima kerabat kami saat ini. Semoga saja tidak terjadi apa-apa," kata Sumariyah pasrah.
Hal yang sama juga dialami keluarga Nenek Sumilah (67) di Dusun Mejero, Desa Karangdieng. Anak dan cucunya, Oni Mahmudah (26) dan Yoga Prastyo (6), termasuk dalam rombongan bus yang terbakar di Kota Batu tersebut.
Bahkan saat mendapat kabar jika terjadi kecelakaan, nenek tersebut menangis sejadi-jadinya. Namun para wartawan berupaya menenangkan nenek itu, bila sejauh ini belum ada kepastian identitas korban. (bdh/bdh)










































