Penandatanganan perdamaian yang dilakukan di Mapolresta Blitar, Rabu malam kemarin dihadiri beberapa pengurus FPI Blitar, Ulama Kota Blitar serta puluhan Banser.
Dalam pertemuan tersebut Ketua DPW FPI Kabupaten/Kota Blitar Ganang Edi Widodo menyatakan sikap dengan menandatangani kesepakatan yang antara lain berisi, pertama, hingga saat ini keberadaan FPI Kabupaten/Kota Blitar memang belum berdiri, hal tersebut dibuktikan dengan belum terdaftarnya FPI di Bakesbanglinmas. Kedua, mulai hari ini tidak akan ada kegiatan atau aktifitas apapun di Blitar dengan mengatasnamakan FPI. Ketiga, jika memang nanti ada aktifitas apapun yang mengatasnamakan FPI, hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab kami.
Dengan hasil tersebut kesepakatan tersebut Koordinator Front Pembela Keadilan Bangsa (FPKB), Muhson mengaku sedikit lega. Sebab telah terdapat titik temu, tujuan mereka membentuk suasana Blitar kondusif tercapai. "Sementara waktu kami pegang pernyataan sikap tersebut, meski belum seratus persen," kata Muhson pada detiksurabaya, Kamis (5/6/2008).
meski sudah berdamai, FPKB mulai hari ini tetap akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan FPI di Blitar. Jika memang nanti sewaktu-waktu ada pergerakan, pihaknya akan melakukan sweeping hingga pembubaran paksa. "Karena telah ada kesepakatan kami menunda sweeping, namun perkembangan tetap kami pantau apakah FPI konsisten dengan sikap tersebut atau tidak," tegasnya.
Sementara, Ketua DPW FPI Blitar, Ganang Edi Widodo menegaskan jika pihaknya tetap akan mengupayakan keberadaan FPI di Blitar meski saat ini dilakukan pembekuan. Dirinya mengaku akan mencari jalan terbaik untuk tetap menjaga keberadaan FPI di
Blitar, yakni dengan membentuk FPI ala Blitar yang menolak anarkis dan kekerasan.
Untuk itu pihaknya mengharapkan agar elemen-elemen yang ada di Kota Blitar bisa bergabung, sehingga dapat memberi masukan untuk perkembangan kami kedepan. "Saya akan mengupayakan FPI tetap berdiri dan ada di Blitar," terangnya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, Kapolresta Blitar, AKBP Yosafat Sunaryanto mengaku cukup lega. Sebab kekhawatiran terjadinya gesekan atau benturan antara kedua kelompok ini sudah terselesaikan. Adanya kesepakatan antara keduanya untuk tidak melakukan sweeping, merupakan suatu bukti keinginan untuk menciptakan Blitar menjadi kondusif.
"Semoga dengan adanya kesepakatan ini, situasi yang sempat memanas tersebut akan kembali reda sehingga suasana di Kota Blitar akan tetap kondusif," pungkasnya. (bdh/bdh)











































