Anggota Panwas Pilgub Jatim Asal Sumenep Diduga Diracun

Tergeletak di Pelabuhan Ketapang

Anggota Panwas Pilgub Jatim Asal Sumenep Diduga Diracun

- detikNews
Selasa, 03 Jun 2008 14:58 WIB
Banyuwangi - Anggota Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan Gubernur Jatim Kabupaten Sumenep, Basri (43) ditemukan tergeletak pingsan dengan mulut berbusa di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Rabu (3/6/2008).

Kejadian yang dialami warga yang tinggal di Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep ini cukup mengejutkan.

Kali pertama, Basri diketemukan oleh seorang pengamen yang mangkal di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dengan Bali itu. Saat di temukan Basri dalam kondisi pingsan dengan mulut berbusa.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Blambangan di Jl. Letkol Istiqlah Banyuwangi oleh anggota polsek KPPP Tanjungwangi yang saat itu bertugas.

Diduga Basri merupakan korban kejahatan dengan modus meracuni korbannya yang akhir-akhir ini sering terjadi. Ini dikuatkan dengan hilangnya dompet korban. Namun anehnya telepon seluler beserta tas berisi pakaian korban maish utuh.

Dari data nomor telepon yang terakhir dihubungi oleh korban, polisi kemudian menghubungi Hasani (40). Polisi kemudian meminta Hasani untuk datang ke RSUD Blambangan setelah dimintai keterangan.

Keterangan Hasani, dirinya merupakan partner bisnis Basri yang sehari-harinya berbisnis perdagangan ikan. Dari Hasani, diketahui kalau Basri adalah anggota Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan Gubernur di Kabupaten Sumenep.

Menurut dia, korban sempat menghubungi dirinya satu jam sebelum ditemukan tergeletak dengan mulut berbusa.

"Korban menelepon untuk memberitahukan alau kapal pengangkut ikan dari Sumenep akan datang ke Banyuwangi. Rencananya Pak Haji (panggilan korban) akan pergi ke Bali, Istrinya tinggal di Sumber Kima Singaraja," tutur Hasani di temui ruang Penyakit dalam tempat korban di rawat.

Dr Vindha, dokter di RSUD Blambangan menyatakan jika kondisi korban sangat kritis. Namun pihaknya sudah melakukan upaya pencucian lambung korban dan memberikan oabt penetralisir.

"Yang jelas dia keracunan, namun kita belum tahu jenis racunnya. Untuk mengatahuinya harus dilakukan uji laboratorium," jelasnya.

Sampai pukul 14.00 WIB siang ini, kondisi korban masih belum sadarkan diri. Korban masih terbaring di ruang penyakit dalam dengan di jaga oleh Hasani dan dua rekannya yang lain. (gik/gik)
Berita Terkait