Jamak digorok bagian lehernya dengan senjata tajam dari belakang panggung oleh pelaku saat melantunkan kidungan berbahasa Madura. Korban tewas bersimbah darah dan tersungkur ke belakang.
Akibatnya, tontonan gratis tersebut dihentikan seketika dan ribuan penonton lari ketakutan.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin mengatakan, pembunuhan yang menimpa salah satu kleningan (pemain musik tradisional) yang sering disebut sinden diduga karena dendam, sehingga pelaku nekat membunuh korban dengan cara sadis.
"Identitas pelaku sudah ada, dan saat ini dalam pengejaran petugas," kata Mualimin kepada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, Senin (2/6/2008).
Menurut Mualimin, dari pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pembunuhan ini telah direncanakan pelaku dengan motif dendam lama. (bdh/bdh)










































