Pupuk Menghilang, Petani Ngelurug Distributor

Pupuk Menghilang, Petani Ngelurug Distributor

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2008 17:24 WIB
Blitar - Menghilangnya pupuk di pasaran membuat petani di wilayah Kota Blitar geram. Mereka pun ngelurug distributor pupuk CV Sengi Raya di Jalan Melati Kota Blitar.

Petani mencurigai adanya permainan dalam pendistribusian pupuk yang mengakibatkan hilangnya pupuk di Kota Blitar. Petani juga menuding telah terjadi penimbunan yang dilakukan oleh distributor, sehingga pupuk bersubsidi tersebut tidak sampai di tangan petani.

"Kami menduga telah terjadi penimbunan pupuk oleh distributor agar memperoleh  keuntungan yang sangat besar," ujar Saifudin (37) petani asal Kecamatan Sananwetan Kota Blitar pada detiksurabaya.com saat di lokasi, Jumat (30/5/208).

Menurutnya, jika masih ada persediaan pupuk di tingkat distributor, pihaknya mengharap segera disalurkan ke petani. Sebab saat ini petani kesulitan pupuk, apalagi saat ini kondisi tanaman masih masuk pemupukan tahap pertama.

"Kalau pupuk tak secepatnya tersedia, maka diprediksi tahun ini petani akan gagal tanam," terangnya.

Direktur CV Sengi Raya, Gunawan Setianto saat menemui petani mengaku pihaknya masih menyimpan persediaan pupuk. Namun stok itu jatah petani Kabupaten Blitar. Sementara jatah pupuk petani Kota Blitar sebanyak 1.000 ton untuk berbagai jenis pupuk yakni urea, ZA, SP36 serta Phonska telah habis didistribusikan di masing-masing pengecer.

"Selama ini memang telah ada pembagian jatah dan telah didistribusikan. Yang tersisa hanya jatah pupuk untuk petani Kabupaten Blitar," ungkapnya

Jika saat ini petani Kota Blitar kesulitan mendapatkan pupuk, pihaknya berjanji segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) dan Dinas Pertanian untuk mencari solusi permasalahan kelangkaan pupuk ini.

"Selama ini peyaluran pupuk selalu mengacu pada Rencana Definitif Kegiatan Kelompok (RDKK), sehingga kami membagikan jatah pupuk tersebut sesuai RDKK tersebut," terangnya.

Sementara itu salah seorang pengecer pupuk asal Kelurahan/Kecamatan Sanan Wetan, Sayubi (40) mengaku minimnya persediaan di tingkat pengecer. Dalam kondisi normal biasanya dalam satu minggu mendapat 3 kali pengiriman, dengan total sebanyak 6 ton untuk berbagai jenis pupuk, Urea, Phonska, ZA serta SP36.

Namun dalam beberapa minggu terakhir hanya mendapat satu kali pengiriman dalam seminggu atau hanya 2 ton saja. "Memang salama ini pembelian pupuk selalu tidak terkontrol, mungkin saja ada beberapa petani dari luar kota yang membeli pupuk di wilayah Kota Blitar. Apalagi di Kota Blitar sistem RDKK tidak bisa berjalan maksimal, sehingga kebutuhan pupuk sering tak terkontrol," katanya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini