Salah satu saksi yang juga menjadi korban tabrakan tersebut, Harianto (21) mengaku saat itu dirinya sedang menyeberang dari Jalan Joyoboyo menuju Ramayana Departement Store yang berdekatan dengan Terminal Purabaya Bungurasih.
"Saat saya hendak menyeberang menuju Ramayana, sebuah truk teh botol berhenti. Kendaraan itu berhenti tepat di sebelah kanan dan menunggu saya menyeberang," kata pria warga Kletek yang mengalami luka jahitan di kepala sepanjang 2 cm dan lecet di bagian pipi kanan kepada detiksurabaya.com saat di Puskesmas Medaeng Jalan Joyoboyo, Waru, Sidoarjo, Rabu (26/5/2008).
Saat itu, kata dia, tiba-tiba dari sebelah kiri sebuah bus melaju kencang dari arah Medaeng menuju Terminal Bungurasih.
"Posisi bus itu agak ke tengah jalan dan dia berusaha menyalib beberapa kendaraan Angkutan Kota (Angkota) di depan yang kebetulan sedang ngetem," tambahnya.
Pada saat itulah, jelas Harianto, kecelakaan tak terhindarkan. Bus itu menabrak dirinya, truk teh botol dan pengendara motor di depannya.
"Setelah itu saya tidak ingat lagi. Saat itu saya hanya mendengar ada orang yang meninggal," tambah pria yang mengaku bersyukur masih diberi keselamatan dari peristiwa kecelakaan tersebut. (fat/fat)










































