Pendemo langsung berorasi dan melakukan aksi tidur di tengah jalan. Hal ini mengundang reaksi anggota Satlantas Polres Banyuwangi yang melakukan pengamanan.
Polisi meminta pendemo tidak melakukan aksi tidur di jalan. Karena tetap bersikeras, polisi berupaya paksa untuk menghentikan aksi tidur di jalan itu. "Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kami," ujar salah seorang pengunjuk rasa saat dibangunkan paksa, Kamis (15/5/2008).
Saat itu tak tampak pengamanan dari Dalmas Polres. Suasana sempat memanas & terjadi aksi dorong antara pendemo dan polisi. Polisi juga memaksa pendemo melakukan aksinya di pinggir jalan dan sempat menanyakan izin aksi itu. "Anda sudah mengganggu kelancaran lalu lintas, mana izin Anda," teriak salah seorang polisi lalu lintas yang berusaha membawa mahasiswa ke pinggir jalan.
Setelah pendemo menunjukkan surat izin aksi, akhirnya polisi hanya mengamankan aksi dan membiarkan mereka melakukan aksinya. Setelah kurang lebih satu jam berada Simpang lima, pendemo berjalan kaki menuju Kantor Bupati Banyuwangi di Jalan Ahmad Yani.
Mereka terus meneriakkan penolakan kenaikan BBM dan menghujat kepemimpinan
SBY. "BBM naik rakyat sengsara. SBY hanya bisa menikkan harga BBM," teriak salah seorang pengunjuk rasa.
Di depan Kantor Bupati pendemo sempat melakukan orasi. Saat melihat truk tangki minyak tanah melintas pendemo menyandera truk dan berorasi di atas truk. Sopir truk tampak ketakutan terjadi sesuatu pada dirinya. Namun ketakutan si sopir hilang setelah sekitar 15 menit pendemo mengembalikan truknya.
Pendemo melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD Banyuwangi di Jl Adi Sucipto. Mereka menurunkan bendera untuk dikibarkan setengah tiang sebagai gambaran rasa berkabung untuk rakyat yang makin menderita. Mahasiswa pun menyanyikan lagu Indonesia Raya. Hingga aksi aktivis PMII ini selesai, tak ada satu orang anggota DPRD yang tampak.
"Percuma kita di sini, tidak ada anggota DPRD yang muncul," kata Nurul Huda koordinator Aksi.
Pendemo sempat membagi-bagikan selebaran pengguna jalan yang berisi penolakan PMII terhadap kenaikan BBM. "Masih banyak solusi dan celah kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah untuk mengatasi beban anggaran. Sehingga BBM tidak perlu dinaikkan," kata Mohammad Abu Naim, Ketua PMII Cabang Banyuwangi. (fat/fat)











































