Sukri (55) dan anaknya Misnari (23) ditemukan warga setempat bernama Juaman (50), tewas dengan kondisi terkubur pasir sedalam 1 meter. Sedangkan, Misnari tewas mengenaskan dengan tubuh hangus terbakar di pondok berjarak sekitar 15 meter dari bapaknya.
"Juaman pagi tadi mengabarkan jika bapak serta adik ipar saya itu mati di kebun tempat selama ini bekerja. Kami langsung melaporkan ke polisi," kata Budiono menantu korban saat ditemui di kamar mayat RSSA Malang.
Budiono menuturkan, kedua korban meninggalkan rumah sekitar 20 hari lalu untuk bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan itu rutin mereka lakukan selama bekerja di kebun yang berada di kawasan hutan desa.
"Jarak desa dengan kebun ditempuh waktu sekitar 4 jam perjalanan. Jadinya mereka jarang sekali pulang ke rumah kalau tidak sebulan sekali," tutur bapak satu anak ini.
Kuat dugaan, bapak dan anak ini tewas dibunuh oleh orang tak dikenal. Kini ,gabungan Polres Malang dan Polsek Ampelgading masih melakukan penyelidikan.
"Kami masih selidiki kasus ini. Sementara menunggu hasil olah TKP serta otopsi jasad korban di RSSA Malang," kata Kapolsek Ampelgading AKP Sumarsono saat dikonfirmasi detiksurabaya.com.
Dugaan sementara kedua korban tewas dibunuh malam hari sebelum ditemukan warga. "Motif kejadian ini masih kita selidiki," pungkas Sumarsono. (bdh/bdh)










































