Muncul air bercampur lumpur. Selain itu jika disulut api akan mudah terbakar dan juga mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
Menurut Usman kepada detiksurabaya.com, sebelum mengeluarkan air bercampur lumpur terdengar bunyi letusan. Setelah itu ada asap dan api, setelah itu muncul gelembung air.
"Baunya sangat menyengat, saya tidak berani tinggal di dalam rumah itu. Karena saat di dalam rumah baunya sangat terasa," kata Usman.
Karena bau yang sangat menyengat sebagian warga kemudian menggunakan masker. Sementara itu pihak Fergaco mengatakan kandungan gas hydro karbon di dalam rumah mencapai angka 5 persen, sedangkan di luar rumah mencapai angka 3,5 persen. Dan ini cukup berbahaya.
"H2S-nya kosong tapi gas gas hydrokarbonnya cukup berbahaya," kata Dodik petugas Fergaco. (wln/fat)











































