Tiga Luka Dianiaya, Persatuan Wartawan Bojonegoro Pilih Damai

Dikeroyok Pendekar Silat

Tiga Luka Dianiaya, Persatuan Wartawan Bojonegoro Pilih Damai

- detikNews
Kamis, 01 Mei 2008 08:38 WIB
Surabaya - Persatuan Wartawan Bojonegoro (PWP) menyatakan tidak mempermasalahkan peristiwa pengeroyokan yang dilakukan massa pengunjuk rasa dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai.
"Kami paham itu adalah emosi sesaat saja, namun kami akan tetap mengusut penyulut kejadian tersebut," kata Ramon, selaku wakil ketua Divisi Pembelaan Wartawan dalam siaran pers yang diterima detiksurabaya.com, Kamis (1/5/2008).

Ia sependapat dengan himbauan dari beberapa pihak yang ikut bersimpati atas kejadian tersebut. "Bahkan kami telah menginstruksikan pada korban yang kebetulan adalah anggota PWB agar tidak meneruskan ke ranah hukum," tambahnya.

Beberapa saat setelah peristiwa yag menyebabkan tiga wartawan terluka tersebut, beberapa langkah taktis telah dilakukan PWB dalam mengambil sikap.

"Kita juga sudah komunikasi dengan teman kita, yang kebetulan adalah ketua perguruan silat besar di Bojonegoro, intinya kita berdua telah memaklumi pengeroyokan tersebut," kata wartawan yang sehari-hari bertugas sebagai wartawan ANTV di Bojonegoro tersebut.

Aktifis beberapa lembaga kemanusiaan dari Surabaya yang datang ke kantor PWB juga telah sevisi dengan PWB dalam mengambil sikap.

Dalam diskusi singkat dengan korlap aksi, aktifis Walhi Jatim, peserta unjuk rasa, serta tim investigasi dari lembaga non pemerintahan, disebutkan bahwa untuk sementara ini PWB akan mencoba menunjukkan sikap yang arif.

"Soal surat yang kami layangkan ke Polres, inti isinya adalah mengenai dua hal yang tidak berkaitan langsung dengan pelaku pengeroyokan," kata Reinno Pareno, Ketua PWB periode 2007-2009.

Adapun isi surat tersebut adalah menyayangkan tindakan pengamanan yang dirasa tidak maksimal saat terjadi peristiwa tersebut.

"Namun semuanya sudah tidak ada masalah lagi, baik dengan polisi maupun dengan pihak-pihak yang langsung berkaitan dengan peristiwa tersebut," tambahnya. Ia menegaskan, bahwa selama ini tidak ada campur tangan dari PWB terhadap penulisan yang dilakukan oleh anggotanya terkait insiden 'Sekidang'.

Seperti diketahui, dugaan awal meluapnya emosi peserta aksi tersebut adalah karena pemberitaan salah satu media yang dinilai oleh mereka menyudutkan warga.

"Mungkin mereka hanya mengutip bagian-bagian tertentu dari pemberitaan tersebut," kata Reinno.

Seperti diberitakan, sekitar 3.000 warga Bojonegoro dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai demo di Kantor DPRD Bojonegoro, Rabu (30/4/2008). Mereka menuntut keadilan atas dua temannya yang tewas ditembak Polisi Hutan (Polhut) KPH Perhutani Bojonegoro.

Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa bertindak anarkis. Mereka menyerbu wartawan yang tengah meliput aksi tersebut. Akibatnya, beberapa wartawan mengalami luka akibat amukan massa.

(gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini