Razia dimulai pada pukul 07.15 WIB dan berangkat dari Kantor Dinkessos KB di Jalan Mayor Bismo Kota Kediri. Petugas gabungan mulai menyisir setiap jalan protokol, antara lain Jalan Diponegoro, Jalan Dhoho, Jalan Patimura, Jalan HOS.Cokroaminoto hingga ke kawasan Stasiun Kereta Api Kota Kediri.
Petugas gabungan baru mendapatkan hasil setelah sampai di Stasiun Kereta Api, yang dikenal sebagai tempat mangkalnya gepeng di malam hari. Di lokasi ini setelah terlibat aksi kejar-kejaran, petugas berhasil menggaruk 6 gepeng yang baru bangun tidur.
Bahkan, di Pasar Pahing aksi kejar-kejaran yang yang dilakukan petugas dengan gepeng tak kalah seru terjadi. Sekelompok gepeng yang baru turun dari kendaraan umum untuk meminta-minta di sekitar Pasar Pahing langsung dijemput dengan kendaraan trantib.
Karena tak ingin diamankan, puluhan gepeng berlarian dan terlibat aksi kejar-kejaran dengan petugas. Tak pelak, usaha gepeng melarikan diri membuat petugas gabungan berusaha mengejarnya. Aksi kejar-kejaran ini sampai mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan DI Panjaitan Kota Kediri, yang merupakan jalur angkutan truk barang dan bus antar kota.
Kepala Dinkessos KB Kota Kediri yang juga sebagai Plt.Sekkota, Hasyim Nawai saat dikonfirmasi mengatakan, penertiban PKL ini dilakukan dengan tujuan mempercantik Kota Kediri yang akan menjalani penilain tahap ketiga dalam upayanya meraih kembali Piala Adipura.
"Salah satu tujuan penertiban ini sebagai upaya menertibkan keberadaa mereka sebelum kita mendapatkan penilaianh berikutnya dalam mendapatkan Piala Adipura," kata Hasyim Nawawi.
Puluhan gepeng yang terjaring, menurut Hasyim Nawawi akan diklasifikasikan berdasarkan umur mereka. Untuk gepeng yang telah berusia lanjut akan dititipkan dibina di Panti rehabilitasi di Kota Kediri. Sedangkan untuk gepeng wanita dan usia dini, akan dititipkan di Panti Rahabilitasi Ngudi Waluyoi Blitar, dan beberapa panti rehabilitasi lain di Madiun, dan Trenggalek. (bdh/bdh)










































