Aspek sumber dana dalam salah satu poin penilaian Badan Liga Indonesia dalam verifikasi tim yang layak untuk berlaga di Liga Super sama sekali tak memusingkan Persik Kediri. Perusahaan penyedia sarana olah raga asal Italia, Lotto, memperbesar nilai kontraknya dengan Persik. Bahkan saat ini 5 perusahaan besar lain juga siap menjadi sponsor "Tim Macan Putih".
Kepastian kenaikan nilai kompensasi yang diberikan Lotto sebagai sponsor aparel seperti disampaikan Ketua Umum Persik Kediri, HA Maschut saat ditemui di Stadion Brawijaya dalam kesempatan latihan rutin.
Menurut HA Maschut dinaikkannya nilai kompensasi tersebut setelah kedua pihak melakukan pembicaraan terkait besarnya kebutuhan dalam menjalani kerasnya Liga Super mendatang. Apabila tahun lalu Lotto yang telah menjadi sponsor hanya memberikan Rp 900 juta, tahun ini nilai kompensasinya dinaikkan hingga 100% menjadi Rp 1,8 Miliar.
"Tapi ini tidak berupa uang, semua diberikan berupa perlengkapan pemain dan tim. Mulai dari kostum, sepatu, hingga bola semua disediakan oleh Lotto," kata HA Maschut, Sabtu (12/4/2008).
Selain mendapatkan kepastian kenaikan nilai kompensasi dari Lotto, Persik tampaknya juga tak perlu lagi pusing dengan sumber keuangan timnya. Setelah beberapa saat lalu PT Gudang Garam telah hampir dipastikan kembali menjadi sponsor utama, kali ini terdapat 5 perusahaan besar lain yang telah mendaftar untuk bisa menjadi sponsor.
"Ya sampai saat ini ada sekitar 5 perusahaan lain yang telah berkeinginen menjadi sponsor Persik. 3 sponsor besar, 2 lainnya sponsor pendamping," kata kandidat kuat Manajer Persik, Iwan Budianto.
Banyaknya perusahaan yang mendaftar untuk meniadi sponsor tersebut diakui oleh Iwan karena adanya kebebasan dari BLI, yang mulai tahun ini memberikan kewenangan setiap tim mencari sponsor.
"Tahun ini termasuk dada pemain kan bisa diisi sponsor utama, kenapa tdak kita manfaatkan," imbuh IB, sapaan akrab Iwan Budianto.
Meski demikian, IB mengaku hingga saat ini belum bisa memutuskan perusahaan mana yang akan dijadikan sponsor utama dan mana yang akan menjadi sponsor pendamping. Semua itu dikarenakan belum adanya manual sponsor dari BLI, yang merupakan norma-norma untuk setiap klub dalam menentukan sponsor timnya.
"Tidak mungkin kita sudah putuskan sebelum jelas pertaurannya, kita masih menunggu manual sponsor dari BLI yang kami harapkana secepatnya akan terbit," lanjut IB.
Dalam musim kompetisi tahun ini, Persik Kediri hanya memiliki sumber pendanaan yang sangat minim. Setidaknya, hanya dana hibah dari Pemkot Keidiri yang saat ini telah dipegang, yang nilainya hanya Rp.7,5 Miliar. (fat/fat)











































