Setelah pemberitaan gembok meluas, kini tingkat kunjungannya turun drastis. "Sejak ramainya pemberitaan celana bergembok, kini pengunjung mulai sepi,” kata pemilik panti pijat Dhoghadho Cafe and Massage Franky Setiawan di ruang kerjanya Jl Raya Beji Kota Batu, Kamis (10/4/2008).
Saat detiksurabaya.com berkunjung, halaman parkir Dhoghadho lengang. Mobil tamu yang terparkir tak sebanyak hari-hari sebelumnya.
Begitupula di dalam ruang tunggu, juga sepi. Padahal, biasanya di pagi hari sekitar 5 orang sudah antre menunggu giliran untuk menikmati jasa pemijat.
Bahkan, sejumlah pekerjanya tidak bersedia menemui wartawan saat akan dimintai keterangan seputar celana bergembok itu. Dia menuturkan para pekerjanya malu, awalnya mereka mengira pemberitaan itu tidak akan memancing reaksi pihak lain.
"Kami kaget, kok akhirnya menimbulkan pro dan kontra. Bahkan, menteri pemberdayaan perempuan sampai angkat bicara persoalan ini," terangnya.
Menanggapi kontroversi celana bergembok ini, Franky menyatakan menghormati segala pendapat yang mengemuka saat ini. Dia juga menyatakan kesiapannya untuk melepas metode gembok pekerjanya, bila kemudian celana bergembok ini dilarang.
"Kami mentaati aturan pemerintah, kami akan mengikuti apapun keputusan pemerintah," katanya. (gik/gik)
