Minah Sulit Didapat, Penjual Kayu Bakar Ketiban Rezeki

Minah Sulit Didapat, Penjual Kayu Bakar Ketiban Rezeki

- detikNews
Minggu, 06 Apr 2008 16:41 WIB
Jombang - Bahan bakar kompor tradisional seperti kayu bakar rupanya tak mau kalah dengan seterunya seperti minyak tanah (minah) dan elpiji. Di saat kedua bahan bakar modern itu langka dan mengalami kenaikan harga, kayu bakar juga mengalaminya.

Namun langkanya kayu bakar hanya sebatas pada habisnya persediaan stok yang ada. Wajar saja, sebab sejak terjadinya kelangkaan dan melambungnya harga minah, warga Jombang di beberapa wilayah beralih ke kayu bakar untuk memasak.

Otomatis hal tersebut menjadi berkah tersendiri bagi penjual kayu bakar. Akibat tingginya permintaan, harga kayu bakar pun mengalami kenaikan. Bahkan penjualnyapun kehabisan persediaan.

"Saya sampai kehabisan kayu karena larisnya," ujar Mulyati, salah satu penjual kayu bakar di Megaluh, Jombang kepada detiksurabaya.com, Minggu (6/4/2008).

Mulyati menambahkan, jika sebelumnya harga seikat kayu bakar hanya Rp 6 ribu, maka setelah banyaknya permintaan harganya menjadi Rp 8 ribu per ikatnya.

Sementara itu, alasan yang dikemukakan konsumen kayu bakar pun bermacam-macam. Mulai dari penggunaan kayu bakar yang lebih murah hingga sulitnya mencari minah.

"Daripada nggak jualan karena sulit cari minah, mending pakai kayu bakar," ujar Jinaini, salah pemilik warung makan di Megaluh.

Jinaini juga mengungkapkan bahwa memasak menggunakan kayu bakar ternyata lebih irit daripada menggunakan minyak tanah. Karena saat ini Jinaini menggunakan kayu bakar, maka beberapa kompor minyak tanah miliknya dibiarkannya menganggur begitu saja. (iwd/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini