Pencurian motor yang dilakukan ibu dua anak tersebut dilakukan Senin (31/3/2008) kemarin di tempat kost anak keduanya di Jalan Penanggungan No 17 Kota Kediri. Motor Suzuki Shogun bernopol AG 5268 AL milik May Rinalda Fithriana itu milik siswi SMAN 7 Kediri, yang juga teman anak pelaku.
Pelaku berhasil diamankan di Tulungagung, saat hendak menjual hasil curiannya. Penangkapan itu dilakukan tanpa sengaja. Saat itu Polresta Kediri melakukan pemeriksaan saksi termasuk anak pelaku.
Di saat pemeriksaan beberapa saksi, pelaku menelepon anaknya yang juga menjalani pemeriksaan untuk menanyakan keberadaan surat kendaraan. Mendapat telepon dari ibunya dalam posisi di kantor polisi, anak pelaku kebingungan.
Hal ini membuat polisi menaruh curiga, yang akhirnya mendesak dan didapatkan informasi keberadaan motor di daerah Tulungangung.
"Tadi siang anak pelaku yang kita jadikan saksi dan kita periksa kebingungan ditelepon ibunya. Setelah kita desak, akhirnya dia mengakui jika ibunya ada di Tulungagung, tepatnya di depan Mapolsek Kedungwaru dengan membawa motor hasil curian," kata Kasat Reskrim Polresta Kediri, AKP David Subagio, Selasa (1/4/2008).
Berdasarkan informasi anaknya, pelaku berhasil diamankan di daerah Tulungagung. Saat ditangkap, pelaku mengakui jika akan menjual motor karena kehabisan uang.
Dalam pemeriksaan petugas, pelaku mengaku sebagai seorang guru dan berstatus PNS golongan III B. Pelaku juga mengakui jika telah tiga bulan meninggalkan pekerjannya dengan alasan gaji yang minim.
"Faktor ekonomi yang menjadikannya melakukan perbuatan itu. Dia juga mengaku terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai guru karena telah 7 kali mencuri ponsel milik rekan-rekannya," imbuhnya.
Saat disinggung kemungkinan anak pelaku juga terlibat, David mengaku masih akan melakukan penyelidikan. Untuk sementara, menurut David, anak pelaku ditetapkan sebagai saksi. Namun jika hasil pemeriksaan memberatkan, maka tidak menutup kemungkinan anak pelaku ditetapkan sebagai tersangka.
Secara terpisah, Suwarni dalam pemeriksaan petugas mengakui jika melakukan pencurian secara berencana. "Saya minta kunci sepeda motor teman anak saya, lalu saya gandakan," Suwarni.
Suwarni juga mengaku terpaksa mencuri karena terbebani dengan kebutuhan hidup, termasuk membiayai sekolah anaknya. Apalagi dirinya tak punya penghasilan tetap sejak meninggalkan pekerjaan sebagai guru. (fat/fat)











































